KALTIMPOST.ID-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Syahrir, ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Isu Terkini Keagamaan. Pertemuan penting yang membahas topik-topik keagamaan terbaru ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten PPU, baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Syahrir yang hadir bersama kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menerangkan bahwa Kankemenag PPU telah melakukan sejumlah langkah koordinatif dalam pengawasan kegiatan keagamaan di daerah.
“Sejauh ini kami telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri PPU, Kantor Imigrasi Balikpapan, Tim PORA PPU, para penyuluh agama di seluruh wilayah PPU, serta berbagai lembaga terkait lainnya dalam rangka memperkuat pengawasan dan pembinaan keagamaan,” jelasnya.
Baca Juga: Sepaku Masuk IKN, Dishub PPU Fokuskan Anggaran PJU untuk Tiga Kecamatan
Kepala Kesbangpol Kabupaten PPU, Agus Dahlan, yang menyambut baik kehadiran Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam forum tersebut.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kondusivitas daerah. Agus Dahlan juga menuturkan bahwa peran Kesbangpol dalam konteks pengawasan organisasi kemasyarakatan lebih difokuskan pada aspek administrasi dan bukan pada ajaran keagamaannya.
“Kesbangpol hanya melakukan pengawasan terhadap pemenuhan syarat administrasi pembentukan setiap organisasi kemasyarakatan, sedangkan aspek keagamaan tentu kami membutuhkan bantuan dan kerjasama dari Kementerian Agama dan MUI,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten PPU, KH Abu Hasan Mubarok, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengeluarkan maklumat terkait pengawasan kegiatan keagamaan.
Baca Juga: Investor Samarinda Kembangkan Pertanian PPU, Garap 36 Hektare Lahan Bera di Babulu Laut
Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU dapat mencontoh langkah tegas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Kabupaten Jember yang telah menerbitkan peraturan tentang pembinaan dan pengawasan aliran kepercayaan.
Sebagai penutup, Muhammad Syahrir menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Kemenag akan terus berperan aktif dalam memperkuat moderasi beragama dan memastikan setiap kegiatan keagamaan berjalan sesuai ketentuan, demi terciptanya masyarakat yang rukun, aman, dan harmonis,” pungkasnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko