PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau petani di sejumlah wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi genangan pada musim tanam (MT) 1 tahun 2025–2026.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang mulai terjadi di beberapa kecamatan.
“Saya sampaikan kepada rekan-rekan khususnya petani yang biasa terkena banjir seperti di Sumber Sari dan Gunung Tamur. Kami sudah menyurati masing-masing kelompok tani agar lebih waspada,” ujar Gunawan.
Baca Juga: KPU Soroti Fleksibilitas Mekanisme PAW, Dapil Sebelah Jadi Opsi Baru
Gunawan menyebutkan, langkah antisipasi yang saat ini dapat dilakukan adalah gotong royong membersihkan saluran irigasi dan drainase untuk meminimalkan risiko luapan air. Menurutnya, upaya pencegahan ini penting mengingat pengalaman pada 2023, ketika lahan pertanian yang terendam menyebabkan gagal panen.
“Kalau terendam seperti kejadian 2023, pasti gagal panen. Mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi,” tambahnya. Sementara itu, realisasi luas tanam padi di PPU hingga Desember 2024 baru mencapai 5.600 ton. Distan menargetkan luas tanam dapat menyentuh 7.000 ton pada periode berikutnya.
Gunawan mengatakan panen diperkirakan mulai berlangsung pada Februari 2025. Meski luas tanam relatif stabil, yakni sekitar 13.600 hektare dalam dua musim tanam, produktivitas tahun ini mengalami sedikit penurunan.
Baca Juga: Mudyat Nilai Transfer Pusat Lambat, Desa Ikut Terdampak
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA), produktivitas padi PPU turun dari 3,52 ton per hektare pada 2024 menjadi 3,51 ton per hektare pada 2025. Ia berharap cuaca segera membaik sehingga proses tanam hingga panen dapat berjalan lancar tanpa gangguan banjir maupun gagal panen.
“Ini kemungkinan karena faktor cuaca ekstrem. Padahal harga bagus, offtaker sudah ditunjuk, tapi produktivitas kita masih sedikit turun. Mudah-mudahan nanti bisa kita perbaiki,” ujarnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki