Tutup Pokar 2026, Bupati PPU Ingatkan Pentingnya Peran Strategis Pemuda  

Ahmad Maki • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 12:43 WIB
Mudyat Noor membagikan piala kejuaraan dalam menutup rangkaian Pekan Olahraga Karang Taruna 2026 Kecamatan Sepaku di Desa Bumi Harapan, Jumat malam (30/10/2026). (IST)
Mudyat Noor membagikan piala kejuaraan dalam menutup rangkaian Pekan Olahraga Karang Taruna 2026 Kecamatan Sepaku di Desa Bumi Harapan, Jumat malam (30/10/2026). (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, meminta generasi muda di Kecamatan Sepaku mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional. Hal ini ditekankan seiring dengan masifnya perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah tersebut.

Permintaan ini disampaikan Mudyat saat menutup rangkaian Pekan Olahraga Karang Taruna (Pokar) 2026 Kecamatan Sepaku di Desa Bumi Harapan, Jumat malam (30/10/2026).

Baca Juga: Antisipasi Dinamika Pembangunan, Pemkab PPU Gembleng Tata Kelola Pemerintahan Desa  

Ia berharap masyarakat lokal, khususnya pemuda, mampu menjadi pelaku utama pembangunan, bukan hanya sekadar penonton. Menurut Mudyat, Pokar yang telah memasuki tahun keempat ini merupakan sarana pembinaan karakter dan penguatan kapasitas pemuda.

Ia mendorong agar ajang kompetisi tersebut tidak hanya fokus pada kemenangan, melainkan pada pembentukan sportivitas dan persaudaraan.

“Pokar ini merupakan salah satu kegiatan untuk pembinaan generasi muda. Kita berharap dari kegiatan seperti ini akan lahir pemuda-pemuda yang memiliki potensi dan kelak menjadi pemimpin masa depan,” ujar Mudyat.

Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih di Sepaku, Bupati PPU Turun Tangan  

Mudyat menambahkan, keberadaan IKN memberikan peluang besar bagi warga Sepaku. Sebagai bagian dari kawasan inti IKN, masyarakat dituntut untuk segera meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing.

“Wilayah Sepaku merupakan bagian inti dari kawasan IKN, masyarakatnya harus bisa menjadi pemain inti. Jangan sampai peluang yang ada justru lebih banyak dimanfaatkan pihak lain, sementara masyarakat lokal tidak mengambil bagian di dalamnya,” tegas Mudyat.

Selain peningkatan kompetensi, ia menekankan pentingnya hubungan harmonis antara warga dan Otorita IKN. Sinergi yang baik dinilai krusial agar transformasi kawasan tidak menimbulkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Ke depan, Mudyat berharap kegiatan pembinaan kepemudaan seperti Pokar dapat dikembangkan di seluruh kecamatan di Kabupaten PPU. Inovasi dalam penyelenggaraan diharapkan dapat terus dihadirkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh generasi muda.

“Ajang Pokar ini tentunya dapat terus berlanjut dengan penyelenggaraan yang semakin baik sehingga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan Kabupaten PPU dan Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
pemkab ppu Mudyat Noor Otorita IKN sepaku