Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pordi Samarinda Kembangkan Domino Bukan Sekadar Permainan: Dari Pos Kamling hingga Ajang Kompetisi Profesional

Nasya Rahaya • Minggu, 1 Desember 2024 | 06:31 WIB

TRANSFORMASI: Hadirnya Pordi Samarinda mengubah paradigma dengan mewadahi dan mengenalkan domino sebagai olahraga yang serius dan memiliki prospek sangat baik. (FOTO: IST)
TRANSFORMASI: Hadirnya Pordi Samarinda mengubah paradigma dengan mewadahi dan mengenalkan domino sebagai olahraga yang serius dan memiliki prospek sangat baik. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Permainan domino yang sering dipandang sebelah mata dan identik dengan kegiatan di pos kamling atau lingkungan kumuh, kini mulai mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan makin dilirik masyarakat. 

Berkat adanya Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Samarinda yang dibawahi Kormi, olahraga ini berkembang pesat dan menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan. 

Ketua Pordi Samarinda Fatahillah menjelaskan, dahulu banyak orang yang melihat domino sebagai sekadar permainan iseng yang hanya dimainkan oleh segelintir orang. Namun dengan adanya Pordi Samarinda telah mengubah paradigma ini dengan mewadahi dan mengenalkan domino sebagai olahraga yang serius dan memiliki prospek yang baik. 

Salah satu pencapaian terbesar Pordi adalah semakin meluasnya komunitas domino di Samarinda. Kini domino menjadi olahraga yang digemari banyak orang, bahkan di tingkat kecamatan. "Kami mencatat setidaknya setiap event sekitar 256 pasang pemain yang mengikuti pertandingan di tingkat kecamatan, yang berarti lebih dari 500 orang yang terlibat dalam komunitas domino ini," ujar Fatahillah. 

Selain itu, Pordi juga berhasil membangun jaringan klub-klub domino yang tersebar di berbagai wilayah Samarinda. "Kami punya banyak gardu atau klub, ada sekitar 40 klub domino di seluruh Samarinda. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap olahraga ini semakin besar dan banyak orang yang tergabung dalam komunitas," tambahnya. 

Permainan yang lekat pada pria ini ternyata banyak juga dimainkan oleh perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa domino tidak hanya digemari oleh kalangan laki-laki saja, tetapi sudah merambah ke seluruh lapisan masyarakat. 

Salah satu aspek yang membuat permainan domino begitu menarik adalah sifatnya yang sangat bergantung pada keberuntungan atau lebih dikenal dengan istilah "hoki". "Di domino, yang menang sangat bergantung pada kartu yang dimiliki. Kalau kartunya bagus, potensi untuk menang memang lebih besar, tetapi tidak ada yang bisa memprediksi hasil secara pasti," jelas Fatahillah. 

Di Pordi, setiap pertandingan domino biasanya berlangsung dengan format 7 poin. Namun, meski seorang pemain bisa menjadi juara pada suatu pertandingan, tidak ada jaminan bahwa ia akan terus memenangkan pertandingan berikutnya, karena semuanya bergantung pada faktor keberuntungan. 

"Ini adalah salah satu yang membuat domino begitu seru, setiap pertandingan bisa berubah, dan tidak ada yang bisa memprediksi siapa yang akan menang," tambahnya.

Perkembangan olahraga domino di Samarinda tidak hanya terbatas pada tingkat lokal. Pordi Samarinda bahkan sudah mengadakan beberapa event dengan peserta yang datang dari luar Kalimantan Timur. "Kami baru-baru ini mengadakan beberapa turnamen besar yang diikuti oleh peserta dari luar Samarinda, seperti dari Palu dan Makassar," ungkap Fatahillah.

Adanya partisipasi dari luar daerah, olahraga domino di Samarinda semakin diakui dan mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ajang kompetisi yang diikuti oleh pemain profesional.

Fatahillah mengungkapkan Pordi Samarinda terus berupaya meningkatkan kualitas olahraga domino agar bisa dipertandingkan lebih profesional. Salah satu tujuan besar mereka adalah ikut serta dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan datang. 

"Kami sudah usulkan agar pada 2026 olahraga domino bisa dipertandingkan di Porprov. Kami sudah mendapatkan dukungan dari enam daerah di Kaltim, dan kami berharap dukungan ini akan semakin berkembang," ujar Fatahillah. 

Pordi juga berharap bahwa dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), domino bisa menjadi olahraga yang lebih diakui dan mendapatkan fasilitas yang lebih baik. 

Untuk menjaga antusiasme masyarakat, Pordi Samarinda rutin mengadakan turnamen hampir setiap bulan. "Biasanya kami mengadakan event dua kali sebulan, tetapi bulan ini saja hampir setiap minggu kami mengadakan turnamen," kata Fatahillah. 

Turnamen-turnamen ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pemain untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan di antara anggota komunitas domino Samarinda.

Pordi Samarinda juga terus berupaya untuk menyelenggarakan lebih banyak event yang dapat menarik perhatian masyarakat luas. "Kami akan terus mengadakan turnamen, baik yang berskala kecil maupun besar, untuk membuat masyarakat semakin terlibat dalam olahraga ini," tambah Fatahillah.

Salah satu hal yang menjadi fokus utama Pordi adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dukungan pemerintah terhadap olahraga domino. Fatahillah berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada olahraga ini, yang kini sudah menjadi salah induk olahraga yang banyak diminati. 

"Semoga pemerintah bisa memberikan dukungan lebih kepada olahraga domino, baik dalam bentuk fasilitas, anggaran, maupun pengakuan resmi," pungkas Fatahillah.

Domino kini semakin mengukuhkan dirinya sebagai olahraga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berpotensi besar untuk menjadi ajang kompetisi profesional. Ke depan, Pordi Samarinda berharap dapat terus mengembangkan olahraga ini hingga bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. 

 

Editor : Uways Alqadrie
#formi #KONI kaltim #domino #Line Dance