Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir di Samarinda Kian Meluas, Pemkot Pertimbangkan Status Tanggap Bencana

Denny Saputra • Rabu, 29 Januari 2025 | 15:06 WIB
KIAN PARAH: Beberapa warga di Jalan Poros Perum Bengkuring Raya Kelurahan Sempaja Timur, beraktivitas menggunakan perahu darurat, karena ketinggian banjir mencapai berkisar 30-70 centimeter.
KIAN PARAH: Beberapa warga di Jalan Poros Perum Bengkuring Raya Kelurahan Sempaja Timur, beraktivitas menggunakan perahu darurat, karena ketinggian banjir mencapai berkisar 30-70 centimeter.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak akhir pekan lalu mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mempertimbangkan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, mengungkapkan, wilayah terdampak banjir terus meluas. Awalnya hanya terkonsentrasi genangan di kawasan Kelurahan Budaya Pampang serta Perum Bengkuring Raya di Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara.

“Namun kini sudah merambah ke daerah Perum Griya Mukti, kelurahan Sempaja Selatan, wilayah kelurahan Temindung Permai, bahkan hingga ke Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran dan Kelurahan Tani Aman Kecamatan Loa Janan Ilir," jelasnya, Rabu (29/1).

Dari data yang dihimpun tim Pusdalops BPBD Samarinda, Rabu (29/1) sekitar pukul 14.00 Wita genangan merendam sebagian wilayah di empat Kecamatan, yaitu Samarinda Utara, Sungai Pinang, Palaran hingga Loa Janan. Menggenangi sebanyak 96 RT, 2.798 KK dan 8.406 jiwa. Rumah-rumah warga terendam dengan ketinggian air yang bervariasi.

"Kami perkirakan jumlah korban akan terus bertambah seiring dengan perkembangan situasi," tambahnya.

Atas kondisi tersebut, Suwarso mengatakan akan menggelar rapat bersama OPD teknis lainnya untuk membahas status tanggap darurat bencana. Dengan demikian penanganan banjir akan lebih fokus dan luas, memaksimalkan unsur pentahelix yang ada.

“Kami sudah berkonsultasi dengan Pak Wali Kota mengenai persiapan status tanggap darurat bencana. Jika semua stakeholder mendukung penetapan status tanggap bencana, maka Wali Kota mendukungan penuh. Penetapan status ini diharapkan dapat memaksimalkan upaya penanganan dan mobilisasi sumber daya dalam menghadapi banjir yang semakin meluas,” pungkasnya. (*) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Bendungan Benanga Lempake #palaran #Loa Janan #Desa Budaya Pampang #banjir kaltim #pampang #banjir samarinda