Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sampah Lama di TPA Bukit Pinang Akan Disulap Jadi Sumber Energi

Eko Pralistio • Sabtu, 12 April 2025 | 19:01 WIB
DIMANFAATKAN: Gas metana yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan TPA.
DIMANFAATKAN: Gas metana yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan TPA.

KALTIMPOST.ID, Timbunan sampah yang selama ini terabaikan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, ternyata masih menyimpan potensi besar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menilai, sampah-sampah lama itu masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

TPA Bukit Pinang yang memiliki luas sekitar 9,5 hektare dan berbentuk jurang sedalam 15-30 meter ini dulunya menjadi pusat pembuangan seluruh limbah dari aktivitas warga Samarinda.

Kini, seiring perubahan kebijakan, pusat pembuangan telah dialihkan ke TPA Sambutan.

Pemerintah juga berencana menghentikan metode pengelolaan sampah model open dumping, yaitu sistem di mana sampah dibongkar langsung dari truk lalu ditimbun di bibir jurang dan diratakan menggunakan traktor.

Penutupan TPA Bukit Pinang bukan tanpa alasan. Kapasitasnya sudah tidak mampu menampung volume sampah yang terus meningkat, mencapai sekitar 604 ton per hari.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membenarkan rencana tersebut. Pihaknya tengah menyiapkan pemanfaatan timbunan sampah lama untuk menghasilkan gas metana.

“Kita sedang merancang bagaimana sampah di TPA Bukit Pinang bisa dimanfaatkan untuk memproduksi gas metana,” jelasnya.

Lalu, lanjut dia, gas metana yang dihasilkan nantinya dimanfaatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan TPA.

“Kalau kandungan metananya masih tinggi, sekalian kita produksi. Minimal bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar, karena TPA Bukit Pinang juga sudah tidak difungsikan lagi,” tambahnya.

Selain gas metana, solusi lain yang disiapkan adalah penggunaan insinerator untuk mengelola tumpukan sampah lama.

“Itu memang membutuhkan waktu. Tapi bisa dilakukan bersamaan dengan proses produksi gas metana, agar sampah lama bisa benar-benar ditangani secara tuntas, saya juga sudah perintahkan BPBD dan Asisten II untuk identifikasi gas tersebut," pungkas Andi Harun.

Editor : Hernawati
#sampah #gas metana #sumber energi