Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

SMA 10 Samarinda Didaulat Jadi Sekolah Garuda Transformasi, Prof Stella Pelajari Pengelolaan Sekolah

Denny Saputra • Rabu, 18 Juni 2025 | 19:58 WIB
BUDAYA RISET: Prof Stella Christie menyimak penjelasan penelitian salah satu siswa SMA 10 Samarinda dalam kunjungan lapangan, Rabu (18/6). (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)
BUDAYA RISET: Prof Stella Christie menyimak penjelasan penelitian salah satu siswa SMA 10 Samarinda dalam kunjungan lapangan, Rabu (18/6). (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)

KALTIMPOST.ID-SMA 10 Samarinda mencatatkan langkah bersejarah. Sekolah ini ditetapkan sebagai salah satu dari 12 institusi pendidikan yang akan ditransformasi menjadi Sekolah Garuda pada tahun 2025.

Program itu merupakan bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan ekosistem pendidikan berbasis sains dan teknologi di Indonesia.

Rabu (18/6), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiksaintek) Prof Stella Christie bersama jajaran turun langsung meninjau kesiapan SMA 10.

Ia didampingi Dirjen Saintek Ahmad Najib Burhani serta Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Ardi Findyartini.

Kunjungan itu menandai awal dari proses analisis mendalam terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi sekolah.

“Sekolah Garuda itu ada dua skema. Yang pertama adalah Garuda Transformasi, membina sekolah yang sudah ada seperti SMA 10. Kedua, Garuda Baru, yakni pembangunan sekolah dari nol. Keduanya dibentuk dengan semangat membuka akses pendidikan berkualitas untuk seluruh anak bangsa, dari mana pun latar belakangnya,” ujar Stella.

Ia menekankan bahwa potensi talenta hebat --seperti Marie Curie atau Einstein-- bisa saja tumbuh dari pelosok Indonesia.

Namun tanpa akses yang merata, potensi itu bisa terabaikan. Karena itu, Sekolah Garuda hadir sebagai strategi membuka jalur-jalur prestasi dan kompetensi di bidang STEM (science, technology, engineering, dan mathematics).

Kunjungan itu juga jadi momen mendalami sistem pengelolaan sekolah, mulai manajemen, kurikulum, hingga jaringan kerja sama yang telah dibangun.

“Hasilnya akan digunakan sebagai referensi utama dalam pengembangan sekolah-sekolah Garuda lainnya,” jelasnya.

Bahwa pemilihan Sekolah Garuda transformasi tidak sembarangan. Pemilihan dengan sangat seksama lebih dari 433 sekolah yang mendaftar, hingga dipilih 12 sekolah. Salah satu poinnya dari keberadaan laboratoriumnya.

“Kami melihat sejauh mana keseriusan sekolah terhadap program ini, dan bisa bekerja sama dengan kami. Sehingga kami bisa membuat sistem yang digunakan untuk sekolah lainnya,” singkatnya.

Baca Juga: Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Kubar untuk Membenahi Sekolah di Wilayah Pedalaman

Terkait isu pemindahan lokasi SMA 10, Stella tak menampik telah mendengar polemik tersebut.

Namun, dia menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah, kalau sekolah Garuda baru, baru kewenangannya di pemerintah pusat.

“Kami percaya keputusan yang diambil adalah untuk kebaikan bersama. Apapun keputusannya, pindah atau tidak, agar menjamin belajar-mengajar tidak terganggu,” tegasnya.

Sedangkan untuk SPMB, diakuinya, sekolah Garuda transformasi, dilakukan provinsi dan pemerintah daerah, mengikuti penjadwalan yang dibuat daerah.

Namun pemerintah pusat sudah masuk pembinaan siswa kelas 11 dan 12 untuk persiapan mereka mendaftarkan ke perguruan tinggi terbaik, di dalam maupun luar negeri.

“Kalau sekolah Garuda baru, masih akan dibangun. Targetnya dalam lima tahun depan, dari 12 akan bertambah menjadi 20 sekolah garuda transformasi dan 20 sekolah Garuda baru,” bebernya.

Diwawancarai terpisah, Kepala SMA 10 Samarinda Fathur Rachim menerangkan, selama ini terkait pengembangan riset, pihaknya sudah memiliki badan tersendiri.

Yang ujungnya menjadi syarat kelulusan dalam bentuk tugas akhir, juga persyaratan lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).

“Kami punya syarat kelulusan, selain tugas akhir, ada pula indeks literasi. Itu merupakan angka kredit selama 3 tahun minimal 150 poin, baru dinyatakan lulus,” pungkasnya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#Kota Samarinda #Sekolah Garuda #GUBERNUR KALTIM H RUDY MAS UD #berita viral #Wali Kota Samarinda Andi Harun