KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Progres revitalisasi Sekolah Rakyat di Samarinda terus dikebut. Tim dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) optimistis seluruh fasilitas siap digunakan saat penerimaan 100 siswa pada 15 Agustus mendatang. Program yang menggabungkan kegiatan belajar dan tinggal di asrama ini telah memasuki tahap akhir.
Dikonfirmasi perihal fisik bangunan, PPK Prasarana Strategis DJPS Eva Prasusani mengungkapkan rehabilitasi fisik sudah tuntas seluruhnya, sementara pekerjaan mebeler tersisa 5 persen. Bahwa sesuai kontrak pekerjaan ini dimulai 4 Juni lalu. “Sisanya masih tahap instalasi dan pengiriman. Tanggal 15 nanti dipastikan semua sudah selesai,” tegasnya, ditemui usai kunjungan tim Pemkot Samarinda mengecek kesiapan fisik bangunan SR sementara di BPMP Kaltim, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (12/8).
Dia merinci, tambahan fasilitas seperti toilet baru pun secara fisik sudah rampung. Beberapa permintaan minor dari pihak terkait, seperti penyelesaian ruang komunal, segera difasilitasi dan diselesaikan sebelum hari H.
Eva memastikan fasilitas utama seperti ruang kelas, tempat tidur, dan ruang makan sudah siap digunakan. “Ruang makan aman, ruang kelas juga siap. Tinggal melengkapi beberapa ruang komunal yang masih menunggu pengiriman peralatan,” jelasnya.
Sekolah Rakyat ini didesain sebagai pusat pembelajaran terpadu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh fasilitas belajar, tempat tinggal, dan makan disiapkan secara gratis. Rehabilitasi fisik meliputi perbaikan bangunan, pengadaan perabot, dan penataan ruang agar layak huni.
Menurut Eva, anggaran program bersumber dari pusat, sementara pihaknya bertugas sebagai pelaksana di lapangan. “Anggarannya diatur di induk (pusat), kami hanya memastikan pelaksanaannya sesuai target dan spesifikasi,” singkatnya.
DJPS berharap penyelesaian tepat waktu ini dapat memberi pengalaman belajar yang layak bagi siswa sejak hari pertama. “Kami ingin semua berjalan lancar, fasilitas siap, dan anak-anak bisa langsung fokus belajar tanpa terkendala sarana,” tutup Eva.
Sebagai informasi, sesuai rencana, pada 15 Agustus 100 siswa SR, akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang sekaligus menjadi hari pertama mereka tinggal di asrama. Selama MPLS, siswa akan diperkenalkan pada lingkungan sekolah, peraturan, serta rutinitas harian, termasuk pembiasaan hidup bersih dan disiplin. (*)
Editor : Ismet Rifani