KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Hujan deras yang turun sejak Minggu hingga Senin (7–8/9) lalu, diperparah dengan kondisi Sungai Mahakam yang sedang pasang, membuat dua kelurahan di Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, terendam banjir.
Genangan dilaporkan merendam 12 RT di Kelurahan Simpang Tiga dan Tani Aman, dengan ketinggian air mencapai 30–40 sentimeter.
Camat Loa Janan Ilir, Syahrudins, mengatakan banjir kali ini terhitung cukup luas, di Tani Aman ada lima RT yang terdampak, sementara di Simpang Tiga ada tujuh RT. Salah satu yang paling parah di Perumahan Haji Saleh.
Senin kemarin air sempat 40 cm, tapi sekarang sudah berangsur surut. “Tidak ada dapur umum yang didirikan karena warga masih bisa bertahan di rumah masing-masing,” ujarnya, Selasa (9/9).
Ia menjelaskan, karakter banjir di wilayahnya berbeda dengan kawasan kota Samarinda. Meski pusat kota kadang tidak kebanjiran, justru jika hujan deras mengguyur kawasan Km 5–6 Jalan Soekarno-Hatta poros Samarinda–Balikpapan Kecamatan Loa Janan, Kukar, air akan melimpas ke dua kelurahan tersebut.
Kondisi makin parah setelah crossing drainase di Jalan HAM Rifaddin ambruk beberapa waktu lalu, yang kemudian diganti dengan saluran lebih besar. “Akibatnya aliran air semakin deras menuju permukiman,” jelasnya.
Syahrudins menyebutkan, Pemkot sebenarnya sudah menyiapkan langkah jangka panjang. Juni lalu, Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama tim DPUPR-Pera Kaltim telah meninjau lokasi.
“Informasinya perlu dilakukan pelebaran sungai, serta memastikan pembebasan lahan satu rumah warga di sodetan Km 2 tuntas,” terangnya.
Pihaknya pun sudah melakukan pendataan rumah warga di tujuh RT bantaran Sungai Loa Lah yang bermuara ke Mahakam. Data tersebut digunakan untuk rencana pembebasan lahan serta pelebaran sungai.
“Data sudah kami laporkan dan dari dinas PUPR juga sudah menurunkan konsultan. Sekarang warga menunggu realisasinya,” singkatnya.
Selain pembebasan lahan, warga berharap pemerintah juga menindaklanjuti wacana pembangunan bendungan di kawasan Jalan HAM Rifaddin untuk menahan limpasan air dari Km 5–6 Loa Janan, Kukar.
Rencana itu sejatinya sudah muncul sejak 2010 dan bahkan sempat dipatok lahan, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut. “Kalau bendungan bisa dibangun, setidaknya ada penahan sebelum air turun ke pemukiman. Tapi ini masih jadi harapan,” tegasnya.
Syahrudins menambahkan, Pemkot Samarinda sudah menempatkan wilayah banjir di Loa Janan Ilir sebagai salah satu area rawan yang terus dipantau. Pihaknya sudah meminta warga sekitar untuk sudah aktif melaporkan kejadian-kejadian di sana.
“Yang terpenting, warga berharap ada solusi permanen agar tidak setiap kali hujan besar harus bersiap dengan genangan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo