Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sempat Diprotes Warga, DPUPR Akui Pengerjaan Drainase Jalan Kenangan Terkendala Cuaca dan Lahan Sempit

Denny Saputra • Senin, 20 Oktober 2025 | 17:29 WIB
PROGRES: beberapa pekerja menyelesaikan pembangunan drainase di Jalan Kenangan, Kecamatan Sungai Pinang, Senin (20/10).
PROGRES: beberapa pekerja menyelesaikan pembangunan drainase di Jalan Kenangan, Kecamatan Sungai Pinang, Senin (20/10).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Beberapa spanduk protes terpasang di sekitar Jalan Kenangan, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Warga sekitar menilai pengerjaan proyek drainase di kawasan itu berjalan lambat.

Dalam spanduk yang terpasang di pinggir jalan, mereka menulis keluhan secara terbuka, “Kami warga Kenangan meminta kepada kontraktor agar segera menyelesaikan proyek gorong-gorong jalan poros Kenangan ini, jangan kerjanya banyak libur aja.”

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Darmadi, mengatakan pihaknya telah meminta tim lapangan untuk berkomunikasi langsung dengan warga.

Ia mengakui, pekerjaan drainase di Jalan Kenangan memang tidak semulus di lokasi lain karena menghadapi banyak kendala teknis. “Lahannya sempit, jadi manuver alat berat agak susah. Selain itu, kalau hujan, pekerjaan harus berhenti karena air harus dikeringkan dulu sebelum bisa dilanjut,” jelasnya, Senin (20/10).

Meski begitu, Darmadi memastikan proyek dengan nilai kontrak Rp 2,8 miliar itu masih berjalan sesuai jadwal. Hingga pertengahan Oktober ini, progres fisik sudah mencapai sekitar 70 persen, dari total panjang 94 meter yang dikerjakan. “Sudah 62 meter yang selesai. Kami juga sudah instruksikan agar kontraktor menambah tenaga kerja supaya bisa mengejar target,” ujarnya.

Pekerjaan itu ditargetkan rampung sesuai kontrak pada 3 Desember 2025. Ia berharap warga memahami kondisi di lapangan dan mendukung penyelesaian proyek tersebut. Sebab, drainase di Jalan Kenangan merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir kawasan Sungai Pinang yang terintegrasi dengan pembangunan kolam retensi di Jalan Damanhuri.

“Nantinya aliran air dari Damanhuri akan tembus ke Jalan Kenangan, lalu mengalir ke saluran Semani dan bermuara di Sungai Karang Mumus (SKM),” paparnya.

Darmadi menegaskan, proyek ini bukan solusi instan untuk mengatasi banjir di kawasan itu. Melainkan bagian dari proses perbaikan bertahap yang dilakukan Pemkot Samarinda. “Kami mohon dukungan warga. Ini juga untuk kepentingan warga di sana saja, serta warga lain yang lebih luas,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Sungai Pinang #proyek drainase #samarinda