KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kebakaran terjadi di Hotel Bumi Senyiur, salah satu hotel berbintang di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Rabu (29/10). Meski api sempat membesar, seluruh tamu dan karyawan hotel dievakuasi dengan selamat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda Hendra mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.15 Wita.
“Kami dapat laporan kebakaran di Hotel Bumi Senyiur, Jalan Diponegoro. Kami langsung kerahkan lima posko dan satu unit tangga untuk antisipasi kalau ada pengunjung yang terjebak. Alhamdulillah semua selamat dan sudah dievakuasi,” ujarnya.
Menurutnya, sumber api sementara diduga berasal dari salah satu kamar di lantai dua hotel. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwenang. “Informasi sementara titik awal api dari lantai dua. Tapi masih diselidiki,” tambahnya.
Hendra menjelaskan, petugas sempat mengalami kesulitan saat proses pemadaman karena kondisi hotel yang gelap dan dipenuhi asap tebal. “Kendala di lapangan karena asap pekat dan penerangan minim. Kami terpaksa gunakan breathing apparatus untuk bantu pernapasan anggota di dalam,” jelasnya.
Meski tak ada korban jiwa, satu petugas damkar dilaporkan mengalami sesak napas akibat paparan asap. Lebih lanjut, Hendra menyoroti sistem proteksi kebakaran di hotel tersebut yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan.
“Hidrannya tidak otomatis dan tidak standar. Kami juga tidak temukan sprinkler di ruangan, hanya alarm yang aktif. APAR memang ada di setiap lorong, tapi tidak efektif kalau api sudah besar,” tegasnya.
Hendra menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar seluruh hotel dan tempat umum di Samarinda memperbaiki sistem proteksi kebakaran sesuai standar. “Setiap hotel dan fasilitas publik wajib punya sistem proteksi kebakaran yang layak dan berfungsi. Itu penting untuk keselamatan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan pendinginan di area lantai dua hotel untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. (*)
Editor : Dwi Restu A