Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelaksana Pembangunan Teras Samarinda Tahap II Kejar Target hingga Akhir Tahun

Denny Saputra • Minggu, 7 Desember 2025 | 12:54 WIB

 

Ilhamsyah (baju merah) ketika mendampingi Walikota Samarinda Andi Harun (tengah) dan Wakil Walikota Saefuddin Zuhri dalam kunjungan lapangan ke Teras Samarinda Tahap 2, Jumat
Ilhamsyah (baju merah) ketika mendampingi Walikota Samarinda Andi Harun (tengah) dan Wakil Walikota Saefuddin Zuhri dalam kunjungan lapangan ke Teras Samarinda Tahap 2, Jumat
 

SAMARINDA - Pembangunan Teras Samarinda Tahap II memasuki fase akhir menjelang tutup tahun dengan tiga segmen menunjukkan progres positif. Namun segmen 4 diperkirakan melewati batas waktu akibat proses lelang ulang yang menunda pekerjaan awal.

Meski begitu, pelaksana proyek tetap optimistis seluruh konstruksi bisa dirampungkan sesuai ketentuan yang berlaku. Dari empat segmen pengerjaan, progres tertinggi berada di segmen 1 yang sudah menembus 90 persen, disusul segmen 2 dan 3 yang masing-masing berada di angka 87 persen.

Segmen 4 tercatat paling buncit dengan capaian 61 persen setelah terdampak mundurnya jadwal pemasangan u-ditch atau beton pracetak berbentuk U untuk drainase.

“Yang tersisa tinggal pekerjaan u-ditch dan finishing halte, termasuk penyambungan area pedestrian ke segmen 1,” jelas PPK Pembangunan Teras Samarinda Tahap II, Ilhamsyah, Minggu (7/12/2025).

Konstruksi pedestrian disebut sudah mengikuti pola trotoar eksisting sehingga membutuhkan dua jalur pagar pengaman sekaligus, ke arah jalan dan ke tepi sungai. Penataan ini menjadi bagian dari standar keselamatan bagi warga yang beraktivitas di koridor tepian. “Pedestrian-nya full mengikuti trotoar lama, jadi wajib ada pagar ke sisi sungai dan ke sisi jalan,” ucapnya.

Kendala terbesar terjadi pada pemasangan u-ditch karena sangat bergantung pada kondisi pasang-surut air Sungai Mahakam. Saat air pasang, pekerja tidak dapat melakukan pengecoran lantai sehingga harus menunggu permukaan benar-benar kering.

“Hambatan utama ada di pasang-surut, karena saat air naik kami tidak bisa cor lantai dulu. Jadi pekerjaan ikut ritme sungai,” tuturnya.

Target penyelesaian tetap mengacu pada batas waktu 31 Desember meski progres akhir sangat bergantung pada cuaca. Pemerintah optimistis sisa pekerjaan masih dapat dikejar, terutama pada bagian finishing, halte, dan sambungan pedestrian.

“Insyaallah tetap kami upayakan selesai. Tinggal sedikit saja yang kritis,” kata Ilhamsyah.

Sejumlah paket pekerjaan tahun ini juga tidak mengalami perubahan anggaran, kecuali tambahan biaya pada segmen 1 akibat kendala pemancangan awal. Penataan lanjutan seperti lampu, lighting, dan papan informasi direncanakan masuk pada paket tahun depan. “Tahun depan insyaallah ada tambahan sekitar Rp 11 miliar untuk penyempurnaan,” tambahnya.

Untuk diketahui, segmen 1 dikerjakan dengan nilai sekitar Rp 48 miliar. Sementara segmen 2 dan 3 masing-masing bernilai Rp 21 miliar, serta segmen 4 dengan kontrak Rp 24 miliar sebagai paket terakhir dari keseluruhan pekerjaan. Sehingga totalny mencapi Rp 94 miliar.

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun juga meninjau langsung progres ini bersamaan dengan revitalisasi Pasar Pagi sebagai dua proyek prioritas kota pada 2025. Keduanya dinilai berada pada fase penentu menjelang akhir tahun karena berpengaruh pada penataan tepian sungai dan modernisasi kawasan perdagangan.

Seluruh rangkaian pemantauan dilakukan di sepanjang koridor Teras Samarinda Tahap II pada Minggu (7/12/2025), menegaskan upaya pemkot menjaga ritme pekerjaan hingga mendekati tenggat akhir tahun. (*)

Editor : Sukri Sikki
#teras Samarinda II #sungai mahakam #saefuddin zuhri #proyek #andi harun