Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Samarinda Raih Penghargaan JFK Award 2025, Dinkes Unggul Berkat Inovasi dan Data Lengkap

Denny Saputra • Rabu, 10 Desember 2025 | 17:17 WIB
INOVASI: dr Ismid Kusasih (depan keempat kiri) ketika menerima sertifikat penghargaan JFK Award di Jakarta beberapa waktu lalu.
INOVASI: dr Ismid Kusasih (depan keempat kiri) ketika menerima sertifikat penghargaan JFK Award di Jakarta beberapa waktu lalu.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda meraih peringkat pertama pada ajang JFK Award 2025 yang digelar Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan itu diserahkan langsung kepada Kepala Dinkes Samarinda, dr Ismid Kusasih, di Jakarta, Selasa (9/12).

Prestasi ini menempatkan Samarinda sebagai instansi pengelola Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan (JFK) terbaik untuk kategori Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

JFK sendiri merupakan jabatan karier bagi tenaga kesehatan yang berbasis keahlian dan kompetensi sesuai bidang masing-masing. Penilaian dalam ajang ini dilakukan melalui sistem e-Panev, dengan instrumen pemantauan yang menilai aspek perencanaan, pengangkatan, pengembangan, sistem informasi, hingga inovasi.

Rangkaian penilaian juga dipadukan dengan evaluasi kinerja oleh pejabat penilai sesuai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). “Seluruh proses ini mendorong instansi untuk benar-benar siap, terukur, dan akuntabel,” ujar dr Ismid, Rabu (10/12).

Samarinda tampil percaya diri karena memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi nilai tambah di tingkat nasional. Salah satunya inovasi pengelolaan JFK melalui SIAMDAKES, sistem informasi tenaga kesehatan yang terintegrasi.

Dukungan lintas-OPD seperti BKPSDM, Ortal, puskesmas, Labkesda, instalasi farmasi, hingga rumah sakit juga memperkuat tata kelola data dan administrasi. “Kami memiliki portofolio yang sangat lengkap sehingga memudahkan proses verifikasi hingga tahapan final,” ucapnya.

Selain itu, Dinkes Samarinda juga menyiapkan presentasi validasi melalui video secara komprehensif. Materi tersebut menampilkan alur kerja, inovasi, peta sebaran tenaga kesehatan, hingga praktik baik dalam pembinaan karier. “Video itu membuat kami bisa menjelaskan secara interaktif dan meyakinkan tim penilai Kemenkes,” kata dr Ismid.

Saat ini terdapat 13 jenis jabatan fungsional tenaga kesehatan yang dikelola Dinkes Samarinda. Totalnya mencapai 1.080 orang yang tersebar di 26 puskesmas, satu rumah sakit, satu Labkesda, satu instalasi farmasi, satu Griya Sehat, serta unit-unit pelayanan di lingkungan Dinkes.

“Keragaman ini membuat pengelolaan JFK membutuhkan sistem yang rapi, cepat, dan responsif,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk memperkuat layanan dasar kesehatan di tingkat primer. Dinkes ingin seluruh pejabat fungsional semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Harapan kami, prestasi ini memotivasi seluruh tenaga kesehatan untuk memberi yang terbaik di setiap lini pelayanan,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#samarinda #penghargaan #kementerian kesehatan #dinas kesehatan