SAMARINDA- Pembangunan drainase di Jalan P Suryanata, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, berdampak pada penurunan badan jalan di sejumlah titik.
Kondisi tersebut mendorong Pemkot Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan perbaikan. Perbaikan dilakukan dengan metode pengupasan aspal, pengecoran ulang, hingga pelapisan aspal kembali.
Penurunan badan jalan ini diduga terjadi akibat proses konsolidasi tanah yang masih berlangsung pasca pembangunan pemasangan saluran pipa distribusi air PDAM berdiameter besar yang berada di bawah badan jalan. Sehingga meningkatkan potensi terjadinya penurunan lanjutan.
Baca Juga: TPS Ruhui Rahayu Dipindahkan, DLH Samarinda Tata Kawasan Taman Ramah Anak
Staf Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Khanif Priyo Utomo membenarkan perbaikan tersebut merupakan bagian dari kewajiban kontraktor selama masa pemeliharaan proyek. Ia mengatakan, penanganan difokuskan pada titik-titik penurunan yang cukup dalam.
“Perbaikan jalan tersebut dilaksanakan dalam rangka perbaikan selama masa pemeliharaan, karena di lokasi tersebut terjadi penurunan badan jalan,” ungkapnya Kamis (15/1).
Menurutnya, sementara ini perbaikan masih dilakukan di sekitar dekat masjid Fathul Khair dan perumahan tentara di Jalan Graha Wiratama yang mengalami penurunan paling signifikan. DPUPR juga terus memantau sepanjang ruas pekerjaan drainase tahun 2025 yang masih masuk masa pemeliharaan hingga Mei 2026.
“Pekerjaan sudah dimulai sejak awal tahun ini. sambil terus memantau selama masa pemeliharaan Mei mendatang,” ujarnya. Dia menjelaskan, proses penurunan dipengaruhi oleh pemadatan tanah yang belum sepenuhnya stabil, ditambah intensitas lalu lintas kendaraan berat yang kerap melintas di kawasan tersebut.
Keberadaan pipa PDAM berukuran 400 milimeter di bawah badan jalan juga menjadi faktor risiko tambahan. “Bentuk perbaikannya dilakukan dengan pembongkaran lapisan beton di bawah aspal, kemudian dilakukan pemadatan kembali, pengecoran ulang lapisan beton, dan pengaspalan ulang,” jelasnya.
Dia menambahkan, pekerjaan dilakukan semaksimal untuk, mengcegah badan jalan tidak ambles lagi. Kami usahakan semaksimal mungkin proses pemadatan dan pengecoran ulang agar potensi penurunan bisa dikurangi,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki