Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penerbangan Perintis Subsidi di Bandara APT Pranoto Tetap Berjalan di 2026

Denny Saputra • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:52 WIB
Kepala Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan.
Kepala Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan.

SAMARINDA - Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda memastikan penerbangan perintis bersubsidi masih berlaku dan beroperasi sepanjang tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam membuka akses transportasi udara ke wilayah tertinggal, terluar, dan terdalam (3T) di Kalimantan Timur.

Kepala Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan mengatakan pihaknya mendapat amanah langsung dari pemerintah pusat untuk menyelenggarakan angkutan perintis penumpang. Khusus di wilayah Samarinda, penerbangan perintis difokuskan untuk layanan penumpang, bukan kargo.

“Angkutan perintis ini sebenarnya program pemerintah untuk daerah 3T. Di Samarinda, perintis yang kami selenggarakan khusus untuk penumpang,” ungkapnya dikonfirmasi, Rabu (28/1).

Pada tahun 2026 ini, terdapat enam rute penerbangan perintis yang dilayani dari Bandara APT Pranoto Samarinda. Rute tersebut meliputi Samarinda–Datah Dawai, Samarinda–Muara Wahau, Samarinda–Maratua, Samarinda–Long Apung, serta dua rute lanjutan yakni Maratua–Berau dan Datah Dawai–Melak. Seluruh rute tersebut mulai beroperasi sejak 8 Januari 2026.

“Enam rute ini merupakan hasil permintaan pemerintah daerah serta kesiapan fasilitas bandara untuk melayani penumpang. Seluruhnya kita terbangkan selama 2026,” jelasnya.

Untuk operator penerbangan, penyelenggaraan angkutan perintis tahun ini dilakukan oleh maskapai Smart Aviation. Sesuai ketentuan, operator diwajibkan menempatkan satu pesawat utama di Samarinda serta satu pesawat cadangan. Pesawat yang digunakan berjenis Cessna Caravan dengan kapasitas 12 penumpang.

Kadek menjelaskan, fungsi utama subsidi penerbangan perintis adalah membuka keterisolasian wilayah yang sulit dijangkau transportasi darat. Dengan pesawat perintis, perjalanan yang sebelumnya bisa memakan waktu berhari-hari kini dapat ditempuh hanya sekitar satu hingga satu setengah jam.

“Fungsi subsidi ini membuka isolasi daerah, menghadirkan pemerintah, dan memancing investor atau pengusaha untuk datang dan berinvestasi,” singkatnya.

Dari sisi okupansi, penerbangan perintis menunjukkan respons positif dari masyarakat. Berdasarkan data tahun lalu, tingkat keterisian penumpang rata-rata berada di atas 80 persen, bahkan di awal 2026 banyak jadwal yang sudah terisi penuh hingga akhir Januari.

“Awal tahun ini sudah full booking, apalagi setelah libur Natal dan Tahun Baru. Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap penerbangan perintis ini,” pungkasnya.

Sementara itu dari pantauan media, harga tiket rata Rp 700 ribuan. Sedangkan termurah adalah rute lanjutnya, yakni Maratua-Kalimarau Rp 363.550.

 

 

Editor : Muhammad Ridhuan
#penerbangan perintis #subsidi #Bandara APT Pranoto Samarinda