KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Retakan pada dinding Flyover Air Hitam, tepatnya di sisi depan SMK 2 Samarinda, menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Namun, masyarakat diminta tidak khawatir. Retakan tersebut dipastikan bukan pada struktur utama jalan layang.
Kabid Bina Marga PUPR Kota Samarinda Budy Santoso menjelaskan, bagian yang mengalami retak hanya dinding penutup, bukan elemen konstruksi utama flyover.
"Kalau dipotong tidak akan mengurangi kapasitas flyover. Itu bukan bagian dari struktur," tegasnya, Selasa (24/2).
Menurutnya, dinding tersebut awalnya dipasang untuk menutup ruang terbuka di bawah flyover agar tidak dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak baik. Secara fungsi, ruang itu sebenarnya terbuka, kemudian ditutup sebagai langkah pengamanan.
Rencana penanganan yang disiapkan PUPR adalah memotong atau membuka bagian dinding yang retak, lalu menutupnya kembali menggunakan material lebih ringan, seperti bata ringan dengan tinggi sekitar 1,5 meter.
"Hanya akan dilepas sementara, kemudian ditutup kembali menggunakan material yang bukan merupakan struktur berat. Itu lebih ke pengamanan saja," ujarnya.
Budy memastikan, pengerjaan tidak akan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di atas flyover. Sebab, perbaikan hanya menyasar dinding pembatas, bukan badan jalan maupun konstruksi utama.
Terkait waktu pelaksanaan, perbaikan direncanakan setelah Lebaran. Pengerjaan diperkirakan tidak memakan waktu lama, meski PUPR tidak memasang target khusus karena pekerjaan tersebut tidak bersifat struktural dan tidak mengganggu lalu lintas.
"Kalau buka dindingnya sebenarnya tidak lama. Paling sekitar sebulan, tapi kami tidak kejar target waktu karena memang tidak mendesak secara struktur," jelasnya.
Sementara itu, untuk sisi flyover yang berada di depan UMKT, Budy memastikan kondisinya relatif stabil dan tidak ditemukan persoalan serupa.
Dia menyebut, bagian tersebut tidak setinggi sisi depan SMK 2. "Kalau yang di sisi UMKT tidak ada masalah. Dindingnya relatif stabil," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A