Upaya tersebut difokuskan pada 23 titik TPS yang masuk kategori krusial atau zona merah dari total 82 TPS yang tersebar di Kota Tepian. Berbagai perangkat daerah dilibatkan untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali selama masa libur panjang.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda Marnabas mengatakan hasil evaluasi sementara menunjukkan penanganan sampah selama Lebaran berjalan cukup baik. Pemkot bahkan melipatgandakan kekuatan lintas organisasi perangkat daerah untuk menjaga titik-titik rawan tersebut.
“Bagus, karena kita lipatkan semua perangkat daerah. Di titik-titik krusial yang merah itu ada 23, kita libatkan PUPR, BPBD, camat, lurah hingga DLH untuk memantau terus,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/3).
Ia menjelaskan pengawasan dilakukan secara intensif, bahkan hingga 24 jam. Personel tambahan juga diturunkan di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi mengalami penumpukan sampah.
Selain petugas dari Dinas Lingkungan Hidup, dukungan datang dari personel BPBD, PUPR hingga relawan kebersihan. “Pokoknya memang Pak Wali Kota Andi Harun perintahkan untuk dipelototi. Kalau ada titik yang mulai menumpuk langsung kami kirim personel tambahan,” jelasnya.
Marnabas mengakui masih ada sebagian warga yang membuang sampah di luar jam yang telah ditentukan. Padahal pemerintah telah menetapkan jadwal pembuangan sampah dari pukul 18.00 hingga 06.00 Wita untuk mengatur ritme pengangkutan. “Makanya pada beberapa tempat kami siagakan tim pengawas untuk terus menerus mengingatkan warga perihal disiplin waktu membuang sampah,” terangnya.
Ia berharap masyarakat bisa lebih disiplin agar kondisi TPS tetap tertib. Sebab, kebiasaan membuang sampah di luar kontainer sering memicu penumpukan karena kendaraan pengangkut kesulitan masuk. “Kontainernya sebenarnya kosong, tapi orang buang di luar. Akhirnya yang lain ikut-ikutan karena sudah bertumpuk di luar,” keluhnya.
Dia menambahkan terhitung Senin (23/3), sistem pembuangan sampah di Samarinda telah kembali normal setelah sempat dibatasi selama dua hari di masa Lebaran. Namun sejumlah personel tambahan masih disiagakan di lapangan sebagai langkah antisipasi.
“Sudah aman. Pembuangan sudah normal lagi, tapi BPBD masih bersiaga untuk membantu pengawasan di beberapa titik. hingga total ada empat ekscavator untuk membantu mengangkut sampah naik ke kontainer,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani