Diskominfo Samarinda Kembangkan Aplikasi Pantau Armada Angkutan Sampah

Denny Saputra • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 17:03 WIB
Suparmin
Suparmin
SAMARINDA- Diskominfo Samarinda tengah menyiapkan aplikasi untuk melacak rute dan kondisi truk pengangkut sampah DLH. Upaya ini dilakukan demi efisiensi operasional sekaligus perlindungan bagi para pekerja lapangan.
Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin mengatakan, aplikasi berbasis GPS dan telemetri akan mencatat pergerakan kendaraan serta kondisi fisik armada. Data tersebut dianalisis melalui dashboard digital agar pengelolaan lebih transparan. “Ada permintaan dari pimpinan, termasuk Pak Wali, agar sistem pengangkutan sampah lebih efisien,” ujarnya dikonfirmasi Senin (6/4).
Dia mengungkapkan, dari pendahuluan awal, DLH sebelumnya telah menggunakan jembatan timbang untuk memastikan kapasitas angkut truk. Melalui aplikasi baru, data itu akan terintegrasi dengan checklist harian yang wajib diisi supir. “Dengan sistem ini, celah praktik tidak sehat seperti kebocoran BBM bisa ditutup,” ungkapnya.
Dia menerangkan, selain efisiensi, aplikasi juga mendukung keselamatan driver dengan pemantauan rute secara real time. Data visual seperti foto atau video akan menjadi pembanding agar tidak ada lagi asumsi boros BBM. “Tujuannya agar anggaran tepat, tidak lebih dan tidak kurang,” terangnya.
Dia menjelaskan, dashboard aplikasi nantinya juga membantu pembagian tugas armada, termasuk saat kerja bakti akhir pekan. Penugasan berbasis geospasial akan menghapus batasan wilayah kerja truk. “Dengan sistem ini, pembagian armada bisa lebih adil dan sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.
Dia menambahkan, sistem akan terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dashboard sehingga mampu memproyeksikan kondisi kendaraan hingga 10 tahun ke depan. Hal ini memungkinkan perencanaan anggaran pemeliharaan lebih akurat. “Nantinya akan bisa melihat kapan kendaraan harus masuk bengkel dan bagaimana modeling yang paling tepat,” tambahnya.
Suparmin menegaskan, Diskominfo hanya menangani aspek teknologi informasi dalam proyek ini. “Kami masuk sampai wilayah teknologi saja, sementara operasional tetap di DLH,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani
Suparmin pengelolaan sampah Diskominfo Samarinda dlh samarinda