SAMARINDA - Pengelola SPPG Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang mengakui dapur yang mereka kelola masih membutuhkan sejumlah perbaikan, terutama terkait sistem pengolahan limbah. Hal ini disampaikan di sela pemantauan dalam rangka pembinaan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Rabu (15/4).
Kepala SPPG Karang Asam Ulu Lika Saqowati menyebut dapur tersebut telah beroperasi sejak 8 Desember 2025 hingga sekarang. “Kami melayani delapan sekolah dengan total 2.300 porsi makanan per hari,” singkatnya.
Baca Juga: Banyak Temuan IPAL SPPG Tak Ideal, Dapur MBG di Samarinda Diberi Waktu 30 Hari
Ia mengakui, pengelolaan limbah di dapurnya belum berjalan maksimal. Grease trap memang sudah ada, namun belum terpasang di semua titik yang diperlukan. Sementara IPAL juga masih perlu diperbaiki sesuai rekomendasi tim DLH.
"Ke depannya pasti ada perbaikan melalui evaluasi yang sudah diberikan dari tim DLH misalnya perbaikan IPAL, dan masih banyak lagi yang perlu dibenahi," akunya.
Dia menyebut, selama ini, inisiatif internal yang dilakukan pengelola baru sebatas memperketat standar operasional prosedur (SOP) di dalam dapur dan menjaga kebersihan secara umum. Adapun untuk panduan teknis pengelolaan IPAL dari Badan Gizi Nasional (BGN), diakuinya masih bersifat umum, sekadar kewajiban memiliki IPAL, tanpa spesifikasi teknis yang detail.
"Dari BGN, juknisnya masalah IPAL belum spesifik. Kami hanya diberi tahu bahwa SPPG perlu punya IPAL, tapi spesifikasinya belum ada," jelasnya.
Meski demikian, dia menyambut positif kehadiran DLH Samarinda. Menurutnya, kunjungan pembinaan ini justru membantu pengelola memahami langkah konkret yang harus segera diambil. “Tentu kami akan membenahi sistem pengolahan limbah dapur ke depannya,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan