Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DLH Samarinda Turunkan 130 Petugas, Sampah Demo 214 Dibersihkan Kurang dari Dua Jam

Denny Saputra • Selasa, 21 April 2026 | 13:58 WIB
GERAK CEPAT: Puluhan personel DLH Samarinda menyapu jalan membersihkan sisa gelas air minum pendemo di depan gedung DPRD Kaltim, Selasa (21/4).  (DENNY SAPUTRA/KP)
GERAK CEPAT: Puluhan personel DLH Samarinda menyapu jalan membersihkan sisa gelas air minum pendemo di depan gedung DPRD Kaltim, Selasa (21/4). (DENNY SAPUTRA/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda menyiagakan ratusan personel untuk menjaga kebersihan kota selama berlangsungnya aksi demonstrasi 214, Senin (21/4).

Petugas disebar di dua titik utama aksi, yakni kawasan Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim. Selain itu, puluhan karung sampah juga dipasang di sepanjang rute massa aksi.

Sebanyak 60 karung sampah disebar di titik strategis agar peserta aksi mudah membuang sampah. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mengedukasi massa agar tetap menjaga kebersihan selama menyampaikan aspirasi.

Baca Juga: Diskominfo Samarinda Siapkan CCTV Live Streaming, Warga Diminta Pantau Jalur Demo 214  

“Kami menyiapkan sekitar 60 karung sampah dan Alhamdulillah itu menjadi trigger bagi teman-teman mahasiswa melakukan aksi simpatik memungut sampah di lokasi demo,” ujar Kabid PSLB3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, di konfirmasi, Selasa (21/4).

DLH juga menurunkan total 130 personel yang terdiri dari 102 petugas pengangkut sampah dan 28 penyapu jalan. Mereka disiagakan di sejumlah titik mulai dari DPRD Kaltim, kawasan Islamic Center, Kantor Gubernur Kaltim, Teras Samarinda hingga sepanjang rute yang dilalui massa aksi. “Ini bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan,” singkatnya.

Dia menjelaskan, untuk mendukung operasional di lapangan, DLH menyiapkan lima unit truk pengangkut sampah, tiga mobil patroli, satu mobil sweeper, serta dua unit truk tangki. Armada tangki digunakan untuk menyemprot jalan dan trotoar setelah proses penyapuan selesai.

Baca Juga: Kuota Haji Samarinda Melonjak, Kesra Matangkan Persiapan Jamaah

“Penyemprotan biasanya dilakukan untuk membersihkan residu di jalan, misalnya bekas bakar ban atau sisa kotoran yang masih menempel setelah penyapuan,” jelasnya.

DLH menerapkan pola post action cleaning, yakni pembersihan dilakukan setelah massa aksi benar-benar meninggalkan lokasi. Dengan pola itu, seluruh petugas bergerak serentak agar proses pembersihan dapat berlangsung cepat dan efektif.

“Setelah massa bergeser, tim kami langsung masuk ke area membersihkan,” terangnya.

Target pembersihan awal ditetapkan maksimal empat jam, kemudian dilanjutkan pembersihan lanjutan sekitar dua jam. Namun di lapangan, proses pembersihan dapat dilakukan lebih cepat karena petugas langsung bergerak begitu massa berpindah lokasi.

Dari pantauan di lokasi, aksi di depan Gedung DPRD Kaltim berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 Wita. Kurang dari dua jam setelah massa meninggalkan lokasi, puluhan petugas DLH sudah membersihkan area depan gedung dewan hingga kembali rapi.

“Kami mengimbau seluruh peserta aksi tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, agar Samarinda bisa menjadi contoh penyampaian aspirasi yang tetap peduli lingkungan,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#aksi 214 #Kantor Gubernur Kaltim #dprd kaltim #Teras Samarinda #dlh samarinda