Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rp 100 Miliar Sudah Digelontorkan, Driving Range dan Sports Hub Segiri Masih Menganggur

Denny Saputra • Selasa, 26 Mei 2026 | 08:07 WIB
Fasilitas olahraga Driving Range di kompleks Stadion Segiri, Kecamatan Samarinda Kota, hingga kini belum digunakan. (DENNY SAPUTRA/KALTIM POST)
Fasilitas olahraga Driving Range di kompleks Stadion Segiri, Kecamatan Samarinda Kota, hingga kini belum digunakan. (DENNY SAPUTRA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dua fasilitas olahraga baru di kawasan Kompleks Stadion Segiri, Samarinda, hingga kini belum juga difungsikan. Padahal, pembangunan driving range golf dan sports hub tersebut telah menghabiskan anggaran lebih dari Rp100 miliar sejak 2024.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menyelesaikan proses administrasi aset serta menyiapkan skema pengelolaan sebelum kedua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Yusdiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu proses serah terima aset dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda.

Baca Juga: Bahasa Kesunyian Skenario Adu Domba

Setelah proses tersebut rampung, pengelolaan akan dikoordinasikan bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda.

“Sementara masih dikoordinasikan lintas OPD,” ujar Yusdiansyah, Senin (25/5).

Menurut dia, pemerintah juga tengah menyusun kajian mengenai nilai kewajaran kerja sama pemanfaatan aset. Kajian tersebut mencakup skema bagi hasil maupun kontribusi yang akan diterapkan apabila ada investor atau perusahaan yang berminat mengelola fasilitas tersebut bersama pemerintah daerah.

“Terkait nilai kewajaran, nilai bagi hasil, dan kontribusi selanjutnya ketika ada pihak investor atau PT yang ingin menawarkan kerja sama, kami siapkan dulu kajiannya,” jelasnya.

Sembari menunggu skema pengelolaan permanen, Disporapar Samarinda telah ditunjuk sebagai pengelola sementara. Tugas tersebut meliputi pemeliharaan fasilitas dan pengelolaan apabila sewaktu-waktu aset digunakan secara terbatas.

“Sudah kami koordinasikan dengan Disporapar. Untuk sementara mereka yang mengelola, termasuk perawatannya. Surat pengelolaan juga sudah ditandatangani Sekda Kota Samarinda,” katanya.

Baca Juga: IKN Disiapkan Jadi Pusat Balap Sepeda Dunia, ICF Usulkan Venue Internasional di Kaltim

Dalam penyusunan studi kelayakan dan perhitungan nilai ekonomi aset, BPKAD turut menggandeng konsultan eksternal. Langkah itu dilakukan untuk memastikan skema pengelolaan yang disusun memiliki dasar perhitungan yang objektif dan sesuai ketentuan.

“Kami menggunakan jasa pihak ketiga, sama halnya dengan beberapa aset lainnya,” pungkas Yusdiansyah.

Sebagai informasi, pembangunan sports hub di Kompleks Stadion Segiri menelan anggaran sekitar Rp39,6 miliar. Sementara itu, pembangunan driving range golf menghabiskan dana sekitar Rp61,8 miliar dalam dua tahun anggaran.

Meski seluruh fasilitas telah berdiri, arah pemanfaatan keduanya masih menunggu keputusan akhir dari Pemkot Samarinda terkait pola pengelolaan dan kerja sama yang akan diterapkan. (*)

 

Editor : Ery Supriyadi
#driving range Samarinda #sports hub Samarinda #BPKAD Samarinda #stadion segiri #aset daerah