Debu dan Udara Kering Picu ISPA di Samarinda Naik 22 Persen, Warga Diimbau Pakai Masker

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:58 WIB
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (HAFIZ/KALTIM POST)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (HAFIZ/KALTIM POST)

 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kondisi udara yang kering dan paparan debu mulai berdampak terhadap kesehatan warga Samarinda. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat meningkat 22,08 persen sepanjang Agustus 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda, peningkatan tersebut tercatat pada periode 1 hingga 22 Agustus 2026.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan debu dan partikulat halus yang berpotensi masuk hingga ke paru-paru.

Baca Juga: Debit Sungai Mahakam Menyusut, KSOP Samarinda Minta Muatan Tongkang Dikurangi

Menurutnya, debu terdiri atas beberapa ukuran partikel. Salah satunya particulate matter (PM) 10 yang dapat berasal dari debu jalan, serbuk gergaji, dan sumber lainnya. Sementara itu, PM2,5 memiliki ukuran lebih kecil dan lebih berisiko bagi kesehatan.

"PM2,5 ini yang berbahaya, yang tidak bisa tersaring oleh bulu hidung. Ini yang sampai masuk ke arah paru-paru," kata Andi Harun.

Untuk mengurangi risiko paparan, Andi Harun meminta masyarakat kembali menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, penggunaan masker kesehatan menjadi langkah preventif yang mudah dan murah dilakukan.

"Jalan keluarnya, ayo kita kembali pakai masker. Itu langkah preventif yang paling murah dan paling memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat," ujarnya.

Andi Harun juga mengapresiasi relawan Info Taruna Samarinda (ITS) yang turut membagikan masker kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko paparan debu dan partikulat di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya normal.

Selain ISPA, masyarakat diminta mewaspadai penyakit yang berkaitan dengan kondisi air dan lingkungan, seperti diare dan penyakit kulit.

Andi Harun juga mengimbau warga menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi sumber air yang terdampak intrusi air laut. Namun, penampungan air tidak perlu dilakukan secara berlebihan agar kebutuhan warga lainnya tetap terpenuhi.

Baca Juga: Nomor 10 Messi Ingin Dipensiunkan Argentina, FIFA Diprediksi Sulit Memberi Restu

"Selain ISPA, bisa jadi penyakit yang berhubungan dengan air, misalnya diare dan penyakit kulit. Oleh sebab itu, beberapa hal ini yang diawasi," jelasnya.

Ia menambahkan, paparan PM2,5 dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan hingga gangguan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan masker untuk sementara waktu hingga kondisi udara kembali normal.

"Jadi tolong pakai masker untuk sementara waktu sampai situasi kembali normal," pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
ISPA Samarinda kualitas udara Samarinda masker andi harun