Karhutla Pampang Bakar 7.500 Meter Persegi, Api Padam dalam Empat Jam  

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:14 WIB
Petugas BPBD melakukan penanganan kebakaran lahan di kawasan Pampang, Samarinda Utara, Senin (7/9). (HAFIZ/KP)
Petugas BPBD melakukan penanganan kebakaran lahan di kawasan Pampang, Samarinda Utara, Senin (7/9). (HAFIZ/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Senin (7/9). Api membakar lahan sekitar 7.500 meter persegi dan sempat mengancam sejumlah bangunan bekas kandang di sekitar lokasi. Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita.

Baca Juga: Sembilan IPA Tirta Kencana Kurangi Operasional akibat Intrusi Air Laut

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, informasi awal kebakaran diterima Katana Pampang dari warga sekitar pukul 12.00 Wita. Relawan bersama lurah kemudian melakukan pemantauan hingga laporan diterima Pusdalops BPBD sekitar pukul 13.30 Wita.

"Langsung kita turunkan tim dari BPBD, pertama satu unit mobil tangki 5.000 liter plus personel bersama rescue untuk membuka jalan," ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan hingga Akhir Tahun, Pemkab PPU Ajukan Tambahan Kuota Biosolar dan Pertalite

Sekitar pukul 15.00 Wita, penanganan diperkuat satu unit mobil tangki dari Posko 7 Disdamkarmat bersama personel dan kendaraan pendukung. BPBD juga kembali mengerahkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.

Suwarso menyebut, kondisi di sekitar lokasi cukup berisiko karena terdapat sekitar empat bangunan bekas kandang. Jika api tidak segera dibatasi, kebakaran berpotensi merambat ke bangunan tersebut.

"Kendalanya pasti ada. Di samping sumber air juga sebetulnya tidak terlalu jauh, tetapi medannya sulit. Lokasinya belukar. Ketika dipadamkan di satu titik, di titik yang lain timbul asap kembali," jelasnya.

Baca Juga: Antrean Solar Mengular di SPBU Kutim, Wabup Mahyunadi Endus Permainan Pengetap dan Pengoplos

Karena itu, petugas harus memastikan seluruh titik benar-benar padam. Rumput dan belukar kering di sekitar lokasi juga mudah terbakar sehingga berpotensi memicu api kembali. "Ini memang harus dipadamkan sampai betul-betul padam supaya tidak ada potensi meluas lagi kebakaran itu," katanya.

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan antara 5.000 hingga 7.500 meter persegi. Hingga sore, petugas BPBD dan Disdamkarmat masih melakukan penyemprotan di bagian dalam lokasi untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Baca Juga: Wali Kota Minta Dana Pro-RT Tidak Dialokasikan untuk Pembangunan Kandang Ayam di Perkotaan

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca kering. Menurutnya, kesadaran masyarakat penting untuk mengurangi beban petugas yang terus menangani karhutla. Selain berpotensi meluas, kebakaran juga dapat memperburuk kualitas udara, terutama di Samarinda Utara.

"Kalau dibantu dengan kesadaran warga, tidak melakukan pembakaran tentunya itu cukup membantu kami. Samarinda Utara ini kualitas udaranya tidak baik. Kalau terus-terusan seperti ini tentunya berisiko makin tinggi," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
Kota Samarinda samarinda utara Suwarso kebakaran bpbd