Dinas PUPR Perbaiki Pagar Jembatan Achmad Amins, Penjagaan Rutin Diperlukan

Denny Saputra • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:01 WIB
SEMPAT RUSAK: DPUPR Samarinda menyelesaikan perbaikan akses dan pos penjagaan di jembatan Achmad Amins, menghindari pencurian kabel yang kerap terjadi.
SEMPAT RUSAK: DPUPR Samarinda menyelesaikan perbaikan akses dan pos penjagaan di jembatan Achmad Amins, menghindari pencurian kabel yang kerap terjadi.

SAMARINDA- Perbaikan fasilitas pengamanan di Jembatan Achmad Amins, Samarinda, terus dilakukan menyusul kerusakan akibat pencurian yang ketahuan awal tahun ini.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda mengalokasikan anggaran sekitar Rp 20 juta untuk memperbaiki pos jaga dan pagar di kawasan tersebut. Namun, pengamanan jangka panjang dinilai tetap membutuhkan penjagaan rutin untuk mencegah aksi pencurian berulang.

Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Samarinda Hendra Gunawan mengatakan, pekerjaan perbaikan mencakup pengelasan pagar di 15 titik serta pembenahan pintu akses untuk keperluan pemeliharaan jembatan.

“Sementara hanya perbaikan minor,” singkatnya, dikonfirmasi, Selasa (20/10).
Dia menerangkan, saat ini pekerjaan perbaikan masih berlangsung dengan progres yang tersisa pada pembenahan pos jaga. Perbaikan tersebut diharapkan memulihkan fungsi fasilitas pengamanan sekaligus mendukung pemeliharaan infrastruktur jembatan.

“Anggarannya sekitar Rp 20 juta untuk perbaikan pos jaga dan pagar,” terangnya.
Hendra menjelaskan, perbaikan fisik tidak serta-merta menjamin keamanan fasilitas hingga 100 persen. Sebab, kerusakan yang terjadi bukan disebabkan faktor alam, melainkan ulah oknum yang sengaja mengambil perangkat infrastruktur. Karena itu, menurutnya, diperlukan langkah pengamanan berkelanjutan setelah perbaikan rampung. Salah satunya melalui penjagaan rutin oleh petugas di sekitar jembatan.

“Kalau jaminan aman 100 persen tidak bisa kami pastikan, karena kerusakan ini dilakukan oknum pencuri, bukan faktor alam. Untuk jangka panjang, sebaiknya tetap ada penjagaan rutin oleh petugas,” jelasnya.

Dia menambahkan, kebutuhan penjagaan berkelanjutan juga telah disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar fasilitas yang telah diperbaiki tidak kembali menjadi sasaran pencurian. “Perlunya dukungan berbagai pihak termasuk masyarakat untuk membantu pengamanan fasilitas umum ini,” tambahnya.

Hendra menilai, upaya pengamanan perlu dibarengi penindakan terhadap pelaku agar kejadian serupa tidak terus berulang. Menurutnya, penambahan atau perbaikan fasilitas saja belum cukup apabila tidak disertai pengawasan di lapangan.

“Namanya sudah berniat mencuri, tentu sulit dicegah hanya dengan perbaikan. Harus ada penjagaan dan penindakan supaya tidak ada lagi yang berani mengambil kabel,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Dinas PUPR Samarinda hendra gunawan jembatan achmad amins