Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Terungkap! Alasan Istri Muda Blokir Nomor Istri Pertama Pak Tarno

Dwi Puspitarini • Sabtu, 28 Desember 2024 | 08:50 WIB

 

Pak Tarno dan Dewi (istri muda) saat dikunjungi Ria Ricis pada Kamis, 26 Desember 2024.
Pak Tarno dan Dewi (istri muda) saat dikunjungi Ria Ricis pada Kamis, 26 Desember 2024.

 

KALTIMPOST.ID, Kehidupan Pak Tarno, pesulap legendaris yang dulu sering tampil di layar kaca, kini berubah drastis.

Belakangan, pria yang dikenal dengan mantra “Bim Salabim jadi apa, prok-prok-prok!” ini menjalani hidup sederhana dengan berdagang mainan dan ikan cupang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, kondisi ini memunculkan berbagai komentar dari netizen, terutama setelah kehadiran istri mudanya, Dewi.

Dewi, yang baru menikah dengan Pak Tarno beberapa bulan lalu, menjadi sorotan. Banyak yang menuduhnya hanya mengincar harta sang pesulap.

Namun, dalam sebuah wawancara di acara Rumpi: No Secret, Dewi membantah keras tudingan tersebut sambil menahan air mata.

“Saya disebut mau harta Master Tarno. Saya tinggal di sebuah kontrakan, saya nggak dikasih mobil Mercy, saya tidak tinggal di rumah mewah. Apa yang saya dapat dari Master Tarno? Sedangkan saya makan saja dari hasil jualan mainan di sekolah-sekolah sama Master,” ungkapnya.

Menurut Dewi, kehidupan sehari-harinya jauh dari kemewahan. Bersama Pak Tarno, ia mengandalkan hasil dari berjualan untuk mencukupi kebutuhan. Bahkan, rumah yang dimiliki Pak Tarno saat ini ditempati oleh istri tuanya, Sariyah.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah keputusan Dewi memblokir nomor Sariyah, istri pertama Pak Tarno.

Dewi mengaku bahwa tindakan tersebut dilakukan atas permintaan sepupu Pak Tarno, demi kebaikan sang pesulap yang saat itu sedang sakit.

“Dari tudingan pemblokiran, saya disuruh sama kakak sepupu Master Tarno. Waktu itu Master Tarno dalam keadaan sakit butuh BPJS, mau minta KTP, datang sopirnya ke Sariyah nggak dikasih. Kakak sepupunya ke sana nggak dikasih. Setiap kali telepon Bu Sariyah selalu marahin Master Tarno. Demi kebaikan Master Tarno, diblokir aja,” jelas Dewi.

Di sisi lain, Sariyah mengaku sedih melihat kondisi Pak Tarno yang masih harus bekerja meski dalam keadaan sakit.

Pernyataan ini memicu perdebatan di kalangan netizen, yang merasa kehidupan Pak Tarno seharusnya lebih layak mengingat jasanya sebagai pesulap yang pernah berjaya.

Tidak sedikit yang menuding bahwa kondisi ini disebabkan oleh manajemen Pak Tarno yang dianggap memanfaatkan situasi. Namun, Slamet Tattoo, manajer Pak Tarno, membantah tegas tudingan tersebut.

“Kita tidak pernah memaksakan Pak Tarno untuk berdagang, itu semua keinginan Pak Tarno sendiri untuk berdagang,” kata Slamet.

Slamet juga menambahkan bahwa meski sempat terserang stroke hingga tiga kali, Pak Tarno tetap memiliki semangat untuk bekerja.

“Bahkan saat terserang stroke kedua dan ketiga, Pak Tarno sendiri yang ajak, ‘Yuk kita dagang yuk,’ itu sampai sekarang,” ungkapnya.

Pak Tarno, yang kini kesulitan berbicara akibat stroke, membenarkan bahwa berdagang adalah pilihannya sendiri.

Meski harus berjualan di pinggir jalan, ia tetap menunjukkan semangat luar biasa.

Keputusan ini tidak hanya menunjukkan keteguhannya tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Dewi juga mengungkapkan bahwa ia sering menjadi sasaran serangan netizen yang menuduhnya memanfaatkan Pak Tarno.

“Saya diserang netizen, katanya duitnya disalahgunakan karena istri muda, ya saya ya tidak seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, kehidupan yang mereka jalani saat ini jauh dari tudingan-tudingan tersebut. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#alasan istri muda pak tarno blokir istri pertama #Istri Pertama #Master Tarno #istri muda #Sariyah #pak tarno #Dewi #Slamet Tattoo #pesulap