Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ikut Terimbas Efisiensi Anggaran Pemerintah Pusat, Ini Tawaran PHRI dan IHGMA Kaltim

ADV • Kamis, 24 April 2025 | 20:16 WIB
TITIK TERANG: Sebuah acara digagas Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Samarinda di Hotel Zoom, Rabu (23/4/). (Istimewa)
TITIK TERANG: Sebuah acara digagas Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Samarinda di Hotel Zoom, Rabu (23/4/). (Istimewa)

 

SAMARINDA–Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung pada dunia usaha, khususnya sektor perhotelan dan restoran.

Secara khusus, Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Samarinda bersama DPD IHGMA Kalimantan Timur menggelar kegiatan yang bertajuk Afternoon Tea dengan tema Dampak Efesien Terhadap Industri Perhotelan. Dilaksanakan di Zoom Hotel Samarinda, Rabu (23/4).

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim Wied Paramartha mengatakan, efisiensi anggaran bagi dunia perhotelan, khususnya di Kaltim, berdampak buruk. Sebab, pendapatan mengalami penurunan yang cukup drastis pada triwulan I 2025.

“Efisiensi itu luar biasa sekali dampaknya kepada dunia perhotelan. Di Samarinda itu tentu marketnya adalah government (pemerintah), dengan menyediakan meeting room (ruang rapat). Sebanyak 50–70 persen, memang hotel itu berharap dari segmen market pemerintah,” ucapnya.  

Akibat efek domino efisiensi anggaran dari pusat, Wied meminta kepada para pengelola hotel agar membuat langkah yang tidak tergantung lagi pendapatannya dari pemerintah ke depannya.

Salah satu dampak yang mencolok yakni menurunnya pemesanan hotel dari pemerintah yang memang selama ini menjadi pelanggan utama seperti kegiatan seminar, workshop, rapat maupun perjalanan dinas.

"Efisiensi anggaran membuat banyak hotel di Samarinda terpaksa mulai melakukan penghematan. Baik hotel lokal maupun internasional. Tak sedikit yang memangkas jumlah karyawan, termasuk tenaga casual (freelance) yang biasanya dilibatkan untuk acara meeting dan event," imbuhnya.

Selain itu, dia mengusulkan langkah solutif mengatasi krisis tersebut. "BPC PHRI Samarinda ke depan akan ada audiensi dengan pemerintah setempat, agar nanti ada ide atau solusi sehingga nantinya berdampak ke peningkatan revenue," pintanya.

Dia mempersilakan hotel-hotel mengembangkan kreativitas, yang terpenting revenue harus tambah dan survive. “Dia berrharap ada kerja sama dalam mengembangkan fasilitas hotel agar tetap menarik untuk kegiatan dinas maupun swasta,” harapnya.

Ketua BPC PHRI Samarinda Leny Marlina mengatakan, dengan adanya kebijakan efisiensi, diharapkan dunia perhotelan di Samarinda dapat melakukan pembaharuan.

“Pemerintah pasti mempunyai kebijakan, untuk menyikapi itu masing-masing hotel saja bisa berinovasi dan berkreasi bagaimana untuk tidak terlalu bergantung pada kegiatan-kegiatan pemerintah," tegasnya.

Pihaknya akan melakukan langkah ke depan bersama pemerintah, berkolaborasi agar para wisatawan melirik Samarinda untuk berwisata dan menginap.

“Kami dari pokok pikiran yang didiskusikan terkait dampak efisiensi anggaran, pasti akan sampaikan kalau bisa kegiatan-kegiatan luar kota bisa lebih banyak difokuskan di Kaltim,” tutupnya.

Editor : Dwi Restu A
#pemprov kaltim #efisiensi anggaran #phri #samarinda #pemkot samarinda #kalimantan timur