Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

ITK Tunjukkan Komitmen di Program Pengabdian Masyarakat, Bantu Panti Asuhan Aisyiyah Budidaya Ikan

Maria Irham • Selasa, 7 Oktober 2025 | 18:56 WIB

 

SOLUSI TEKNOLOGI: Tim Pengabdian Masyarakat ITK berhasil mengembangkan sistem automasi pengelolaan kolam ikan serta budidaya maggot sebagai pakan alternatif di Panti Asuhan Aisyiyah.
SOLUSI TEKNOLOGI: Tim Pengabdian Masyarakat ITK berhasil mengembangkan sistem automasi pengelolaan kolam ikan serta budidaya maggot sebagai pakan alternatif di Panti Asuhan Aisyiyah.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini berlokasi di Panti Asuhan Aisyiyah, Jl. AW Syachrani Gg. Argo Wilis, Batu Ampar, Balikpapan Utara. Kegiatan ini berfokus pada penyelesaian permasalahan budidaya ikan dan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan di panti.

Tim yang diketuai oleh Risty Jayanti Yuniar berhasil mengembangkan sistem automasi pengelolaan kolam ikan serta budidaya maggot sebagai pakan alternatif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi para santri melalui penerapan teknologi sederhana namun berdampak besar.

Sebelumnya, kegiatan budidaya ikan lele di panti sempat berjalan sukses sejak 2022, namun terhenti pada 2024 akibat buruknya kualitas air, perawatan manual, dan mahalnya pakan komersial.

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat produksi, tetapi juga menimbulkan risiko sosial dan lingkungan. Mulai dari berkurangnya peluang ekonomi santri, hingga meningkatnya potensi pencemaran.

Program ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Lingkungan ITK, yang berperan aktif dalam perancangan sistem, pelatihan, hingga pendampingan di lapangan.

Menurut Siti Maryam Inan, pengasuh Panti Asuhan Aisyiyah pihaknya dulu berhasil membudidayakan ikan lele, tetapi kesulitan dalam pengelolaan kolam. Terutama saat memberi pakan dan menguras air, karena kesibukan santri.

“Jika dilakukan manual, biaya air juga membengkak. Dengan adanya sistem automasi kolam dan budidaya maggot ini, kami berharap produktivitas kolam ikan dapat meningkat dan lebih efisien,” ungkap Siti Maryam.

Seluruh kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tahun 2025.

Sejak tahap awal, pengurus panti dan para santri terlibat aktif. Mulai dari penyediaan lokasi, mengikuti pelatihan, hingga mengelola sistem automasi, melakukan pemilahan sampah organik, dan membudidayakan maggot secara mandiri.

Melalui program ini, ITK tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi lokal. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Pengabdian Masyarakat ITK #Risty Jayanti Yuniar #Panti Asuhan Aisyiyah