Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BPBD Balikpapan Terima Kunjungan 3 TK, Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Maria Irham • Minggu, 19 April 2026 | 18:32 WIB
PAHAM BENCANA SEJAK DINI: Beginilah suasana yang terekam di UPTD PBD Wilayah Selatan BPBD Balikpapan saat menerima kunjungan dari TK Al Amin Mandiri, Kelompok Bermain Ash Shoff Kid
PAHAM BENCANA SEJAK DINI: Beginilah suasana yang terekam di UPTD PBD Wilayah Selatan BPBD Balikpapan saat menerima kunjungan dari TK Al Amin Mandiri, Kelompok Bermain Ash Shoff Kid's dan TK Surya pada Jumat (17/4).

BALIKPAPAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan terus menggencarkan edukasi kebencanaan yang menyasar anak usia dini, melalui program kunjungan dan pelatihan dasar keselamatan yang dirancang agar mudah dipahami oleh anak-anak. 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya membentuk generasi muda yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat.

Hal ini terlihat ketika UPTD PBD Wilayah Selatan BPBD Balikpapan menerima kunjungan dari TK Al Amin Mandiri, Kelompok Bermain Ash Shoff Kid's dan TK Surya pada Jumat (17/4). Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa yang didampingi guru serta orang tua.

Anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian edukasi, mulai dari pengenalan peralatan pemadam kebakaran, penjelasan mengenai bahaya api, hingga simulasi sederhana cara memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Selfie murid TK dan guru pembimbing di depan mobil pemadam kebakaran
Selfie murid TK dan guru pembimbing di depan mobil pemadam kebakaran

 

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan program edukasi seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini. Menurutnya, pengenalan dasar mengenai keselamatan tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga bagi anak-anak yang rentan saat terjadi situasi darurat.

“Edukasi kebencanaan harus dimulai dari lingkungan sekolah. Anak-anak mungkin belum bisa menangani bencana, tetapi mereka bisa belajar mengenali bahaya dan tahu apa yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi,” ujar Usman Ali.

Usman menambahkan, pihaknya membuka kesempatan bagi sekolah lain di Balikpapan untuk mengikuti kegiatan yang sama. BPBD siap bekerjasama dalam rangka memperkuat pemahaman kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala UPTD PBD Wilayah Selatan BPBD Balikpapan, Sunarman mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin menerima kunjungan sekolah, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.

“Kali ini kami menerima tiga sekolah dengan total kurang lebih 70 anak, didampingi guru serta orang tuanya,” ungkap Sunarman.

SERIUS: Murid TK antusias menyimak cara penggunaan selang untuk pemadaman api
SERIUS: Murid TK antusias menyimak cara penggunaan selang untuk pemadaman api

Ia menjelaskan bahwa dalam setiap kunjungan materi yang diberikan disesuaikan dengan usia peserta. Untuk anak TK, pendekatan dilakukan dengan cara yang menyenangkan melalui permainan, demonstrasi, dan simulasi ringan agar mudah dipahami. 

“Materi yang disampaikan mulai dari apa yang harus dilakukan ketika bencana gempa dan kebakaran terjadi, misal dari gempa, kita ajarkan mereka untuk menyelamatkan diri dengan bersembunyi di bawah meja dan kursi dan dijelaskan kapan waktu yang pas mereka keluar,” jelasnya.

Menurutnya, anak-anak juga perlu diperkenalkan sejak dini tentang bahaya api di rumah maupun lingkungan sekitar, termasuk risiko bermain dengan benda mudah terbakar. “Banyak kejadian kebakaran yang dipicu kelalaian di sekitar rumah. Dengan edukasi sejak dini, mereka bisa tahu apa yang tidak boleh dilakukan,” tegasnya.

“Kita juga jelaskan ketika terjadi kebakaran mereka tidak boleh melakukan penyiraman, penyemprotan dan lainnya. Tugas mereka hanya berteriak minta tolong, dan yang terpenting dalam keseharian mereka dilarang untuk bermain api,” tambah Sunarman.

Dalam kegiatan tersebut, petugas BPBD juga memperagakan penggunaan APAR, pakaian pelindung pemadam, serta menjelaskan fungsi berbagai peralatan penyelamatan. Para siswa terlihat bersemangat ketika diberikan kesempatan melihat langsung alat-alat tersebut.

Di tempat yang sama, Guru TK Al Amin Mandiri, Suparty mengungkapkan antusiasme luar biasa dirasakan seluruh muridnya saat melakukan kunjungan di BPBD.

“Outing class memang rutin makin lakukan setiap tahun dan sesuai dengan tema gejala alam maka kami ajak mereka untuk berkunjung ke BPBD, namun sebelum melakukan kunjungan mereka sudah lebih dulu kami berikan materi terkait kebencanaan,” ujar Party sapaan akrabnya.

Ia mengatakan selain para murid, orang tua juga diajak untuk ikut serta dalam kegiatan ini. “Kami mengajak orang tua, tidak wajib, tetapi kami ingin selain anak-anak orang tua juga bisa mendapatkan pemahaman baru dari kegiatan ini, mungkin ada saat orang tua lupa saat kunjungan seperti ini bisa menambah atau mengingatkan kembali cara penanggulangan bencana yang tepat,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Murasmani salah satu orang tua murid menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam saat mengikuti agenda tersebut. Ia mengaku senang melihat anaknya yang turut aktif menyaksikan paparan yang diberikan oleh petugas BPBD.

“Selain anak-anak, kami orang tua yang hadir juga bisa mendapatkan pemahaman tambahan, bukan hanya sekedar mengantar tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujarnya.

Dengan langkah ini, BPBD Balikpapan berharap pendidikan kebencanaan dapat menjadi bagian dari budaya masyarakat sejak dini. Harapannya, Balikpapan ke depan menjadi kota tangguh bencana, di mana warganya memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga keselamatan diri dan lingkungannya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#kunjungan murid TK #paham bencana sejak dini #Usman Ali #bpbd balikpapan