Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengurus PERSI dan MAKERSI Kaltim 2026-2030 Resmi Dilantik

Maria Irham • Minggu, 3 Mei 2026 | 18:33 WIB
PENGURUS BARU: Proses pelantikan Pengurus PERSI dan MAKERSI Kaltim periode 2026-2030 yang dipusatkan di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Sabtu (2/5).
PENGURUS BARU: Proses pelantikan Pengurus PERSI dan MAKERSI Kaltim periode 2026-2030 yang dipusatkan di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Sabtu (2/5).

BALIKPAPAN- Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (MAKERSI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dilantik, di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Sabtu (2/5).

Dalam pelantikan itu, Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo melantik dr Indah Puspitasari sebagai Ketua PERSI Kaltim periode 2026-2030. Sementara itu, Ketua Umum MAKERSI Pusat Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, melantik dr. Edy Iskandar sebagai Ketua MAKERSI Kaltim periode 2026-2030.

Turut hadir, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Dra. Sri Wahyuni, MPP, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr. Jaya Mualimin, Asisten III Kota Balikpapan sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati.

Mewakili Gubernur Kaltim, Sekda Provinsi Kaltim Dra. Sri Wahyuni memberikan apresiasi atas pelantikan pengurus PERSI dan MAKERSI Kaltim periode baru. Dirinya berharap kepengurusan ini dapat semakin memperkuat sinergi antar rumah sakit serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Ini kan organisasi yang mewadahi rumah sakit se-Kaltim, jadi perannya sangat besar, maka pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan profesionalisme pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat memperoleh layanan yang semakin berkualitas, merata, dan berkeadilan," ujar Sri Wahyuni.

 

la juga menegaskan komitmen Pemerintah Kaltim dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi dan kelembagaan kesehatan.

“Kami ingin agar PERSI dan MAKERSI dapat terus bersinergi dengan pemerintah salah satunya memberikan rekomendasi kebijakan terkait dengan tata kelola rumah sakit hingga kebijakannya. Karena kan ada rumah sakit umum yang di bawahi pemerintah daerah, jadi kami butuh rekomendasi dan masukan dari organisasi ini tentunya,” terangnya.

Dan sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga medis, Pemerintah Provinsi katanya menyiapkan program afirmasi pendidikan bagi dokter yang ingin melanjutkan studi ke jenjang spesialis dan sub-spesialis melalui program Gratispol.

Ia menyebut, program ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan profesional di berbagai wilayah Kaltim. “Pemerintah berkomitmen untuk memajukan kesehatan di Kaltim, salah satunya dengan memenuhi tenaga kesehatan yang profesional khususnya spesialis melalui ruang program khusus afirmasi pendidikan bagi para dokter yang akan mengambil spesialis,” katanya.

Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur  telah menjalin kerja sama resmi, seperti dengan  Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB) dll.

Sementara itu Ketua PERSI Kaltim terpilih, dr Indah Puspitasari didampingi Ketua MAKERSI Kaltim dr. Edy Iskandar mengungkapkan siap melanjutkan tugas memimpin 65 rumah sakit anggota PERSI Kaltim, baik pemerintah maupun swasta.

dr Indah mengatakan dengan semangat bersinergi dan kolaborasi antara seluruh rumah sakit di Kaltim, PERSI akan berupaya memberikan sumbangsih dengan fokus utama penguatan mutu layanan dan akses kesehatan ke seluruh daerah hingga wilayah terpencil serta peningkatan kapasitas SDM dan tata kelola rumah sakit.

“Kami akan berfokus penguatan akses layanan di daerah yang terjauh seperti halnya di Mahulu dan Kutai Barat kita ingin mereka tumbuh bersama-sama, kita akan berkolaborasi, komunikasi sehingga tidak ada kesenjangan atau perbedaan dengan daerah lainnya,” sebutnya.

Ia menyebut, PERSI memiliki peran penting dalam mengawal rumah sakit, salah satunya pada saat akan melakukan kerjasama dengan BPJS. “Jadi kami turun untuk mengawal dan memastikan SDM maupun sarana dan prasarana layanan rumah sakit telah sesuai dengan aturan yang ada, ” sebutnya.

Selain itu, sebagai langkah awal dalam program yang akan dijalankan, dr Indah menjelaskan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan secara online seluruh rumah sakit dengan menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim sebagai pengampu program Gratispol dan disandingkan dengan Deputi Direksi BPJS Kesehatan terkait kolaborasi ini.

“Jadi dalam pertemuan itu nantinya, kami ingin seluruh rumah sakit di Kaltim sebagai pelaksana pemberi layanan dapat seragam. Selain itu masyarakat bisa mengetahui bahwa mengakses layanan bisa seberapa jauh untuk rumah sakit,” terangnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru diharapkan PERSI dan MAKERSI Wilayah Kaltim mampu menjalankan peran strategis dalam mendorong transformasi layanan kesehatan yang lebih adaptif, profesional, danberorientasi pada keselamatan pasien. (*)

Editor : Ismet Rifani
#PERSI Kaltim #MAKERSI kaltim #dr. Edy Iskandar #dr Indah Puspitasari #pelantikan