Baca Juga: Kemenhub Berencana Tambah Satu Koridor Balikpapan City Trans
Baca Juga: Wali Kota Imbau ASN Gunakan Balikpapan City Trans
Rombongan melakukan uji coba dari halaman Balai Kota Balikpapan menuju halte dekat Tugu Australia dan kembali ke Balai Kota Balikpapan. Sebagai informasi, Balikpapan City Trans merupakan program pengembangan angkutan perkotaan berbasis jalan dengan skema buy the service (BTS).
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Suharto menuturkan, sistem pelayanan bus telah dilengkapi fasilitas untuk meningkatkan rasa keamanan dan kenyamanan penumpang. Misalnya dengan pendingin udara sampai CCTV.
"CCTV ini mengarah ke pengemudi, area penumpang, dan sekitar bodi kendaraan," katanya. Suharto menjelaskan, tahap awal pelaksanaan uji coba Balikpapan City Trans masih dikenakan tarif Rp 0 alias free.
"Penetapan tarif sampai ada keputusan dari menteri keuangan terkait kemampuan masyarakat tentang tarif pada daerah tersebut," katanya. Namun nantinya berlaku sistem cashless atau menggunakan kartu pembayaran elektronik.
Kemudian semua armada bus bisa termonitor melalui sistem IT. "Bus hanya akan berhenti pada halte-halte yang ditetapkan dengan jarak 11 menit antar kendaraan," ucapnya.
Tahap uji coba Balikpapan City Trans resmi berjalan ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan Pemkot Balikpapan. Kegiatan berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan, Senin (1/6).
Balikpapan City Trans merupakan bagian dari program pengembangan angkutan perkotaan berbasis jalan dengan skema buy the service (BTS). Balikpapan merupakan kota pertama di Kalimantan yang menjalankan program tersebut.
Kemenhub berkomitmen mendukung kebutuhan transportasi massal di Kota Beriman. Melihat status Balikpapan sebagai kota penyangga IKN, maka sektor transportasi juga harus mendapat perhatian.
Editor : Uways Alqadrie