Memulai penampilan, tepat pukul 20.00 Wita, kehadiran Duta, Adam dan Erros langsung disambut riuh oleh penonton. Duta—pria bernama asli Akhidayat Duta Modjo itu tampil sederhana, mengenakan kemeja putih dengan gaya rambut pendek (undercut).
“Pejantan Tangguh” menjadi tembang hits pertama konser malam itu. Ya, Duta memang dikenal pandai menguasai panggung. Berjingkrak seraya lagu yang rilis sekitar 2004 tersebut dinyanyikan, menciptakan hentakan panggung dengan lagu pilihan pertamanya itu. Ketika lagu pertama dinyanyikan, ribuan penonton bersorak ria.
Ribuan penonton rata-rata datang dari berbagai generasi. Bak melepas rasa rindu terhadap idolanya. Tak hanya sekadar konser, bernostalgia mengenang remaja tampak tercipta. Dari pantauan Kaltim Post, hampir semua penonton meresapi setiap lagu yang dibawakan. Kebahagian tersebut tergambar dari penonton yang saling merangkul teman, pasangan dan juga gebetan.
Masuk di lagu kedua, band asal Jogjakarta ini memilih lagu Jadikan Aku Pacarmu (JAP). Jujur, lirik lagu yang satu ini memiliki arti yang begitu mendalam. Dia mengisahkan seorang pria yang ingin berterus terang soal perasaannya dengan sosok wanita yang didambakan. Pria itu ingin memulai kisah penuh romansa.
Sesekali Duta mengeluarkan celetukan. Dia menyapa warga Kota Tepian. “Terakhir kami datang ke sini (Samarinda) tahun 2004,” ucapnya kepada penonton. Kemudian penonton menjawab. “Aku belum lahir pak Duta,”
Sontak Duta beserta kawannya tersenyum lebar mendengar jawaban penonton. Keseruan berlanjut. Lagu ketiga adalah Film Favorit. “Jadi, dimana pun kalian berada berbahagialah dan bernyanyilah selalu untuk Sheila On 7.
Untuk malam hari ini, karena kami tidak pernah bisa membayangkan apa jadinya Sheila on 7 Bila Kau Tak Disampingku,” kata Duta sebelum menyanyikan lagu “Bila Kau Tak Disampingku”. Penonton terasa ditarik di masa-masa remajanya. Sebab, lagu yang satu ini populer di era 2000-an.
Konser malam itu, Sheila On 7 cenderung memilih lagu dengan hentakan ingar bingar. Bahkan ketika lagu kelima dimainkan, “Seberapa Pantas”, lagu dengan tempo alunan selow belum dibawakan. Semangat para penonton masih tergambar.
Tiba waktunya di lagu ketujuh. “Shepia” benar-benar mengubah suasana malam itu. Duta dengan ciri khas suaranya berhasil membawakan lagu hits tergalau di masanya. Sekarang penonton dibawa ke arah senang dan galau. Shepia tuntas dinyanyikan, dilanjut dengan lagu “Yang Terlewatkan”.
Lagi dan lagi, sebagian penonton mulai mengikuti makna lagu. Dalam pantauan ini, sebagian penonton tampak mengucurkan air mata. Entah mengapa lagu ini menelisik ke lubuk hati yang paling dalam.
Song list telah masuk diurutan ke 11. “Anugrah Terindah Yang Pernah Ku Miliki” tak pernah gagal mengantarkan Sheilagank untuk bernyanyi bersama. “Menatap langkah mu, meratapi kisah hidup mu, terlihat jelas bahwa hatimu, Anugrah terindah yang pernah ku miliki,” begitu potongan lirik lagunya.
Melihat penonton mulai menggalau, Erros bersama Duta dan Adam tak ingin penggemarnya berlama-lama di area patah hati. Lagu yang penuh semangat ini seketika merubah suasana hati malam itu. Ya, “Melompat Lebih Tinggi” telah dinyanyikan.
Pada kesempatan itu, Erros kembali menunjukan melody pada lagu tersebut. Memasuki part melodi, Erros menuju bagian panggung depan. Kamera yang ditanyakan melalui layar lebar di bagian kiri dan kanan telah siap merekam aksinya.
Editor : Uways Alqadrie