Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ayah Kandung Tega Aniaya Anak 1,5 Bulan di Bontang: Pernikahan Pelaku Tidak Pernah Direstui Mertuanya  

Adhiel kundhara • Jumat, 2 Agustus 2024 | 07:52 WIB

DITAHAN: Tersangka AA, Ayah yang tega menghargai anak kandung yang baru berusia 1,5 bulan. (FOTO: IST)
DITAHAN: Tersangka AA, Ayah yang tega menghargai anak kandung yang baru berusia 1,5 bulan. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Kekuatan cinta membalut pasangan AA dan AN. Lima tahun sebelumnya mereka memilih untuk membina bahtera rumah tangga bersama. Kendati saat itu usia pasangan ini masih muda.

 

Pelaku dugaan kekerasan terhadap anak yakni AA saat ini berusia 23 tahun. Sementara ibu korban berumur 19 tahun. Menurut pengakuan keluarga istri pelaku, Sudi pelaku bekerja sebagai nelayan. Namun dia bergonta-ganti kerja  dengan pemilik kapal.

 

“Saya tidak menjelekkan. Tetapi dia memang malas. Sehingga gonta-ganti tempat kerjanya,” kata Sudi.

 

Pria yang juga menjabat ketua RT 11 Tanjung Laut Indah ini berujar mertuanya saat sehat bekerja sebagai pencari kepiting. Kemudian saat anaknya itu bermain bertemu dengan pelaku.

 

“Karena cinta akhirnya mereka pacaran,” ucapnya.

 

Akan tetapi keduanya tidak mendapatkan restu dari Salmiah (mertua pelaku). Bahkan Salmiah pun tidak mengetahui kapan secara pasti nikahnya anaknya dan di mana. Mengingat status pernikahan itu siri.

“Saya tidak setuju. Karena saat itu anak saya masih sekolah. Akibatnya dia putus sekolah,” tutur Salmiah.

 

Pasca itu pun komunikasi antara mertua dan menantu tidak berjalan mulus. Meskipun tempat tinggalnya bersebelahan. Salmiah pun tidak mendengar ada keributan selama ini.

 

Salmiah memiliki enam petak rumah dengan ukuran masing-masing 3x6 meter. Saat ini terisi hanya tiga petak. Yakni dirinya bersama anak pertamanya. Kemudian AN dan AA di sebelahnya. Di sampingnya lagi keponakannya yang tinggal.

 

Saat ini kondisi fisik Salmiah drop. Saat memeriksakan diri, petugas medis memberi informasi bahwasanya ia sakit asam lambung. Berbagai pengobatan telah dijalani. Namun fisiknya sudah tidak seperti dahulu lagi.

 

Sebelumnya, AA ditangkap Satreskrim Polres Bontang karena melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri. Akibatnya korban saat ini mendapat penanganan medis di rumah sakit AW Syahranie Samarinda. 

Editor : Uways Alqadrie
#bontang #penganiayaan anak