Empat orang pengacara tersebut adalah Samuel R, Alberto Chandra, Nopi Cilikus Udi, dan Tommy Tius. Mereka sepakat untuk mengungkap kasus ini dan memastikan keadilan ditegakkan untuk korban Amel.
"Kita sudah ketemu dengan pihak orang tua korban dan mereka juga sepakat mengurus dan mengusut. Serta berharap, kami bisa membantu mengungkap kasus ini," ungkap Nopi Cilikus Udi, Jumat ( 16/8/2024) pagi.
Ditambahkannya tugas tim pengajar saat ini adalah membantu keluarga untuk mengungkap kasus menjadi terang benderang.
"Seluruh keluarga sudah sepakat, keluarga meminta bantuan untuk mengungkap kasus ini supaya terang benderang. Jadi bukan pengacara sebagai yang membela, tetapi pendamping untuk mengungkapkan kasus," terang pria yang akrab disapa Udi tersebut
Udi berharap, penegak hukum tidak lagi ragu mengusut tuntas kasus yang menggemparkan ini. Pihak keluarga sudah menyerahkan kuasa penuh ke empat yang menekan surat kuasa untuk membantu mengusut kasus.
Dia juga meminta dukungan semua pihak yang berkompeten.
Harapan besar masyarakat kini di pundak para pengacara, untuk mengungkap kematian Amel setelah 13 hari menghilang. Untuk mengungkap misteri kematian polisi akan memeriksa pihak terkait kematian tragis yang dialami bocah SD berusia 9 tahun tersebut.
Perempuan cantik yang baru duduk di kelas 3 tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kepala tanpa rambut dan tanpa kaki kiri. Kaki kanan juga terlihat patah, celana dan sandal korban terpisah jauh dari jasadnya yang separuh terkubur di dalam lumpur.
Kamis (15/8/2024) 14.00 Wita, jenazah Amel dimakamkan di pemakaman umum Kampung Jengan Danum, letaknya tidak jauh dari lokasi Amel ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.
Editor : Uways Alqadrie