Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Debat Panas Rocky Gerung dan Silfester Matutina: Bentrok Opini Soal Etika Politik di Acara Televisi

Dwi Puspitarini • Rabu, 4 September 2024 | 19:30 WIB
Debat panas antara pengamat politik Rocky Gerung dan Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina di salah satu program televisi, Selasa (3/9).
Debat panas antara pengamat politik Rocky Gerung dan Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina di salah satu program televisi, Selasa (3/9).

 

KALTIMPOST.ID, Perdebatan sengit antara pengamat politik Rocky Gerung dan Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina menghiasi salah satu program televisi yang disiarkan pada Selasa (3/9) malam.

Diskusi yang awalnya bertajuk 'Banyak Drama Jelang Pilkada, Kenapa?' berubah menjadi arena perdebatan keras saat kedua tokoh tersebut saling bertukar argumen.

Rocky Gerung, yang dikenal dengan kritikannya yang tajam, melontarkan sindiran tentang fenomena "menjilat" dalam mencapai kesuksesan, yang memicu kemarahan Silfester Matutina.

 Baca Juga: Gelar Sosialisasi di Kelurahan Satimpo untuk Picu Keaktifan Dasawisma

Merasa disudutkan, Silfester langsung membalas dengan tegas, menolak tuduhan Rocky dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan keuntungan apapun dari pemerintah.

"Anda salah besar, Bung Rocky. Anda itu pecundang, kami bukan penjilat," ujar Silfester dengan nada tinggi, sembari menambahkan bahwa ia adalah seorang pengusaha dan pengacara yang hidup bahagia tanpa harus 'menjilat'.

Situasi semakin memanas saat Silfester menantang Rocky untuk membuktikan tudingannya terkait dugaan keterlibatan Presiden Joko Widodo dalam berbagai masalah.

Rocky mencoba menjawab dengan prinsip hukum, tetapi perdebatan justru berkembang menjadi saling hina di antara keduanya.

 Baca Juga: Sidang Sengketa Kepegawaian AFF Sembiring di PTUN Samarinda Hadirkan Ahli dari Unmul

Meski demikian, Rocky Gerung tetap tenang, berusaha menjelaskan argumennya meski sering dipotong oleh Silfester.

Acara akhirnya harus dihentikan sementara oleh pembawa acara Aiman Witjaksono, setelah Silfester melontarkan hinaan yang lebih keras terhadap Rocky.

Debat ini menggambarkan betapa tajamnya perbedaan pandangan politik di Indonesia, terutama menjelang Pilkada yang semakin dekat. Publik pun terus mengikuti perkembangan isu ini, terutama dalam konteks etika berdebat dan penyampaian pendapat di media. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Acara Televisi #Etika Politik #Debat Panas Rocky Gerung dan Silfester Matutina #Solidaritas Merah Putih