KALTIMPOST.ID – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) 2024 telah membuka babak baru dalam kontestasi politik daerah. Dengan ditetapkannya dr. Aulia Rahman Basri sebagai calon bupati menggantikan Edi Damansyah, pasangan nomor urut 01 kini kembali bersiap menghadapi tantangan ke depan.
Aulia Rahman dan Rendi Solihin bukan sekadar pasangan kandidat, tetapi sosok muda yang diyakini mampu meneruskan perjuangan dalam mewujudkan visi Kukar Idaman.
Sabtu sore, 8 Maret 2025, menjadi momen penting bagi kontestasi politik di Kutai Kartanegara. Di Tenggarong, PDI Perjuangan secara resmi mengumumkan bahwa Aulia Rahman akan menggantikan Edi Damansyah dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2024.
Keputusan ini lahir setelah serangkaian konsolidasi yang dilakukan Edi Damansyah dan Rendi Solihin ke DPP PDI Perjuangan dalam beberapa hari terakhir. Setelah melalui berbagai pertimbangan, partai akhirnya mantap menetapkan Aulia Rahman sebagai sosok yang akan meneruskan perjuangan Kukar Idaman.
Pengurus DPP PDI Perjuangan, Nirwan Driharnanto, membenarkan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari musyawarah internal partai. Ia menyatakan bahwa Aulia Rahman secara resmi ditunjuk sebagai bakal calon bupati, sedangkan Rendi Solihin tetap menjadi calon wakil bupati.
Dengan penetapan ini, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kemenangan dan melanjutkan program-program pembangunan yang telah berjalan di Kutai Kartanegara.
Aulia Rahman, atau akrab disapa Aul, merupakan putra daerah dari hulu dengan darah Muara Muntai - Kota Bangun. Sementara Rendi Solihin adalah tokoh muda dari pesisir. Kombinasi ini merepresentasikan kesatuan antara dua wilayah penting di Kukar, memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki keterwakilan dalam kepemimpinan mendatang.
Keduanya hadir dengan semangat tinggi, membawa harapan baru bagi masyarakat Kukar. Dengan pengalaman masing-masing, baik di bidang kesehatan, ekonomi, maupun pemerintahan, Aul dan Rendi diyakini sebagai pasangan yang paling siap untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan yang telah dibangun oleh Edi Damansyah.
Meneruskan Perjuangan, Menghadirkan Inovasi
Aul dan Rendi tidak hanya sekadar penerus, tetapi juga pemimpin yang siap membawa inovasi dan kemajuan bagi Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan pengalaman Aulia Rahman di sektor kesehatan, bisnis, dan manajemen, serta kepemimpinan Rendi Solihin sebagai wakil bupati, pasangan ini diyakini mampu membawa perubahan nyata.
Mereka berkomitmen untuk melanjutkan program-program prioritas Kukar Idaman yang telah terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan sektor ekonomi daerah, Aul dan Rendi siap bekerja keras untuk memastikan Kukar terus maju.
Dalam pernyataan resminya, Aulia Rahman menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan yang telah diberikan kepadanya untuk maju dalam PSU mendatang.
“Bismillahirrahmanirrahim. Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas semua kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk maju menjadi calon Bupati Kutai Kartanegara pada PSU yang akan diselenggarakan mendatang,” ujar Aulia dengan penuh keyakinan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan agar proses kontestasi ini berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. “Mari rapatkan barisan. Etam menangkan lagi!” serunya dengan semangat.
Dengan visi yang jelas dan dukungan luas dari masyarakat serta partai pengusung, Aulia Rahman dan Rendi Solihin siap mengemban amanah untuk melanjutkan pembangunan Kukar. Mereka tidak hanya membawa semangat muda, tetapi juga strategi yang matang untuk memastikan Kukar terus berkembang.
Kini, dengan semakin dekatnya PSU, pasangan Aul-Rendi mengajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu dan mempertahankan kemenangan yang sebelumnya telah diraih pada Pilkada 27 November 2024.
Dengan tekad kuat dan kerja keras, mereka berkomitmen untuk menjadikan Kukar sebagai daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. Kukar Idaman bukan hanya mimpi, tetapi visi yang akan terus diperjuangkan. (*)
Editor : Muhammad Rizki