KALTIMPOST.ID, Komunitas #HealingdiIKN berkolaborasi dengan Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) serta kelompok tani lokal menggelar kegiatan unik dan bermakna dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati.
Kegiatan ini mengajak para aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di Ibu Kota Negara (IKN) untuk merasakan langsung pengalaman bertani dan berkebun di salah satu kawasan pertanian di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu (24/5).
Arif Mas, perwakilan komunitas #HealingdiIKN melalui siaran pers yang diterima Kaltim Post, Minggu (25/5), menjelaskan, kegiatan akhir pekan kali ini tidak hanya menjadi sarana healing bagi ASN dan non ASN di IKN, tetapi juga momen edukasi dan penguatan hubungan, masyarakat perkotaan, dengan alam dan para petani lokal.
“Hal ini tentu saja jadi kegiatan yang sangat menarik sekali,” katanya.
Poniah, perwakilan dari Kelompok Tani Desa Bukit Raya, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan teman-teman komunitas #HealingdiIKN dan Otorita IKN.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui kegiatan ini. Kegiatan ini turut menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pangan lokal, sekaligus mempererat hubungan kami ke depan,” kata Poniah.
Kawasan pertanian di Desa Bukit Raya yang menjadi lokasi kegiatan, merupakan bagian dari kawasan pertanian yang diatur dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) IKN.
Kawasan ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus menjaga fungsi ekologis dan keanekaragaman hayati di IKN.
Sementara itu, Setia Lenggono, direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN yang turut hadir dan mendukung kegiatan ini menyampaikan, bahwa wisata edukasi #HealingdiiKN kali ini sangatlah positif.
“Kami berharap para ASN dapat tersadar untuk mengubah gaya hidupnya dalam rangka mendukung visi IKN menjadi kota berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam memperkenalkan konsep urban farming yang akan diterapkan di lingkungan hunian rusun ASN di IKN dalam waktu dekat. Konsep urban farming ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan di tingkat komunitas,” kata Setia Lenggono.
Selaras dengan pernyataan tersebut, Agus Gunawan, direktur Transformasi Hijau Otorita IKN yang turut meramaikan kegiatan, menyampaikan harapan serupa.
“Melalui pengalaman langsung bertani dan berkebun, diharapkan para peserta dapat merasakan secara nyata jerih payah yang harus dilalui petani dalam menyiapkan bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Dengan demikian, kita semua dapat lebih bijak dalam mengonsumsi makanan serta menumbuhkan dukungan yang lebih besar terhadap petani dan upaya ketahanan pangan nasional,” katanya.
Cahyadi, salah satu peserta kegiatan, menyampaikan kebahagiaannya.
“Saya merasa beruntung dapat melakukan healing di alam terbuka ini, selain dapat merasakan pengalaman seru menandur padi di sawah serta memetik berbagai sayur segar langsung dari kebunnya, saya juga senang dapat mendengarkan cerita inspiratif dari para petani. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan, edukatif, dan memberdayakan masyarakat lokal. Saya sangat antusias mengikuti kegiatan #HealingdiIKN berikutnya dan berharap kegiatan serupa terus diadakan sebagai sarana refreshing yang bermakna,” serunya.
Komunitas #HealingdiIKN secara berkelanjutan, aktif melibatkan komunitas lokal dalam mengisi kegiatan akhir pekan bagi para ASN dan Non ASN di IKN.
Kegiatan pada 24 Mei 2025 itu berhasil menghadirkan pengalaman unik dan bermakna melalui kolaborasi erat antara komunitas, pemerintah, dan petani lokal, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kesadaran, tetapi juga menginspirasi langkah nyata menuju pembangunan IKN yang hijau dan berkelanjutan.
Editor : Hernawati