KALTIMPOST.ID-Ketua Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Kaltim Myrna Safitri menyebut, Gratispol sebagai program yang luar biasa.
Menjadi pijakan arah yang harus dikawal agar tetap berada di jalur tujuannya. Setidaknya lima tahun ke depan pemerintahan Rudy-Seno.
Dengan meningkatnya pendidikan, maka muaranya kepada lapangan pekerjaan. Karena itu, Myrna menekankan, permintaan terhadap tenaga kerja sesuai bidangnya harus bisa jadi indikator yang dievaluasi dalam program Gratispol ini.
Mengingat tidak hanya Kaltim, Ibu Kota Nusantara (IKN) pun saat ini memiliki berbagai sektor yang sangat memerlukan tenaga kerja.
Termasuk ahli yang mampu terserap di berbagai bidang industri yang sedang dibangun untuk mendukung IKN.
“Mau tidak mau segalanya saat ini harus by design. Dengan pembangunan IKN yang salah satunya membangun enam klaster industri, bisa tidak lima tahun berjalan ini kita bisa mencetak ahli. Misal ahli terkait gasifikasi batu bara yang nanti industrinya ada di Samarinda. Sementara saat ini sangat sulit ditemukan ahli tersebut di Indonesia,” ungkap deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) itu.
Selain itu, dirinya juga mendorong Pemprov Kaltim untuk meningkatkan kompetensi aparat pemerintah khususnya di desa dan kelurahan.
Mengingat untuk mencapai sebuah visi dan misi yang besar dari Rudy-Seno saat ini, maka diperlukan kemampuan yang lebih dari aparat pemerintahan di bawahnya.
“Aparat desa hingga ASN itu perlu disekolahkan lebih untuk bisa mengimbangi dan mampu menerapkan public policy yang saat ini dibangun. Dan Kaltim ini mampu bermimpi besar karena memang uangnya ada. Selain itu bagaimana semakin banyak anak-anak Kaltim ini bisa merasakan ekosistem kelas dunia,” ucapnya. (rdh/rd)
Editor : Romdani.