KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kebakaran kembali terjadi di BIGmall Samarinda, Kamis (17/7) pagi. Insiden itu menjadi yang kedua kalinya dalam dua bulan terakhir. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di area lantai UG (Upper Ground).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda Hendra AH mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 06.00 Wita. "Informasi perihal BIGmall kembali terbakar," ujar Hendra.
Menurut Hendra, titik api kali ini berada tak jauh dari lokasi kebakaran sebelumnya pada Juni lalu. Pihaknya menduga korsleting menjadi penyebab sementara, meski masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.
"Lokasinya berdekatan dengan kebakaran Juni lalu. Dugaan awal korsleting lagi. Tapi itu sementara, nanti pihak berwajib yang menyimpulkan," jelasnya.
Hendera menjelaskan, kebakaran terjadi di sekitar ruang ventilasi udara yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan. Saat itu, beberapa sistem proteksi kebakaran seperti hydrant masih berfungsi baik, meski beberapa peralatan dalam kondisi mati karena proyek renovasi.
"Ruang ventilasi sedang diperbaiki, kemungkinan korsleting di situ. Hydrant bekerja baik, tapi memang beberapa peralatan masih dimatikan karena perbaikan," terangnya.
Ada pun yang terbakar adalah tenant Origin. Meski begitu, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam insiden tersebut. Hotel FUGO yang berada di area yang sama juga dipastikan tidak terdampak. "Tidak ada asap yang masuk ke hotel, posisi kejadian cukup jauh," kata Hendera.
Da menyebut kondisi mal masih kosong saat kejadian, sehingga tak ada pengunjung atau staf yang berada di dalam gedung.
Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 40 menit hingga masuk tahap pendinginan. Pihak Damkar juga menekankan pentingnya perbaikan sistem keamanan kebakaran secara menyeluruh di pusat perbelanjaan tersebut.
"Kami harap setelah ini peralatan proteksi diperbaiki total agar kejadian serupa tidak terulang," tutup Hendera.
Disinggung perihal BIGmall kembali beroprasi, Hendra menegaskan, belum bisa menyimpulkan. "Kami tidak tahu nanti mungkin dari manajemen mal akan koordinasi dengan kepolisian," kuncinya.
Editor : Dwi Restu A