Pantauan di lokasi, kompleks parlemen terlihat lebih sepi dibanding hari biasanya. Hal itu karena Sekretariat Jenderal DPR mengeluarkan surat edaran agar ASN dan tenaga ahli bekerja dari rumah. “Memang ada edaran dari kesekjenan untuk WFH,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Polisi menyiapkan ribuan personel dan kendaraan taktis untuk menjaga keamanan. Sejauh ini, aparat juga berhasil mengamankan 276 pelajar yang diduga hendak ikut dalam aksi. Bahkan, salah satu di antaranya kedapatan membawa busur panah.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan, demonstrasi hanya digelar di DPR. “Tidak ada aksi di Istana, semuanya terpusat di DPR,” katanya.
Enam tuntutan buruh yang disampaikan dalam aksi kali ini antara lain:
1. Hapus outsourcing dan tolak upah murah.
2. Stop PHK, bentuk Satgas PHK.
3. Reformasi pajak perburuhan, termasuk penghapusan pajak pesangon, THR, dan JHT.
4. Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa skema Omnibus Law.
5. Sahkan RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi.
6. Revisi RUU Pemilu, dengan desain baru untuk Pemilu 2029.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar DPR relatif kondusif meski sejumlah ruas jalan dialihkan akibat massa aksi yang terus berdatangan.
---
Editor : Uways Alqadrie