Seiring pesatnya perkembangan industri dan teknologi, kebutuhan kompetensi berubah lebih cepat daripada kurikulum di sejumlah perguruan tinggi.
Kondisi ini menimbulkan kecemasan para orang tua dan mahasiswa mengenai masa depan pekerjaan mereka.
Menanggapi isu tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai bahwa pemerintah dan kampus harus mulai melakukan penyesuaian kurikulum dan arah jurusan agar relevan dengan kebutuhan lima hingga sepuluh tahun mendatang.
“Jangan sampai lulus tapi tidak terserap. Jurusan itu harus diidentifikasi sejak awal, mana yang benar-benar dibutuhkan ke depan,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Ia menilai bahwa kebijakan pendidikan tinggi di Kaltim belum sepenuhnya terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah maupun perkembangan dunia industri.
Karena itu, Baharuddin menekankan perlunya pembekalan tambahan bagi mahasiswa, termasuk pelatihan teknis maupun soft skill yang mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
“Selain penyesuaian jurusan, mahasiswa harus dibekali kompetensi. Pemerintah daerah juga perlu menganggarkan program yang mendukung lapangan kerja bagi anak muda,” tambahnya.
Agusriansyah juga menyoroti bahwa bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada pembiayaan kuliah, tetapi harus memperhatikan outcome setelah lulus.
Menurutnya, program pendidikan gratis harus disertai evaluasi terhadap mutu lulusan agar tidak menambah jumlah sarjana yang menganggur.
“Tidak cukup hanya membantu UKT. Apa output dan outcome-nya? Itu harus diperhatikan,” tegasnya.
Ia menyarankan agar pemerintah provinsi memperkuat kerja sama dengan sektor swasta, dunia industri, serta lembaga pelatihan untuk memastikan lulusan memiliki jalan masuk ke dunia kerja yang lebih jelas.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang dapat kuliah, tetapi dari seberapa banyak lulusan yang berhasil bekerja atau berwirausaha.
“Kita harus melihat ini sebagai ekosistem. Pendidikan harus nyambung dengan pasar kerja,” pungkasnya.
Ia berharap arah pendidikan tinggi di Kaltim benar-benar dirancang dengan visi jangka panjang.
Dia menekankan pentingnya identifikasi awal terhadap jurusan-jurusan masa depan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung penciptaan peluang kerja baru bagi generasi muda.(Adv/DprdKaltim)
Editor : Uways Alqadrie