Di banyak lokasi, alat berat masih bekerja membuka akses, sementara regu penyelamat menyisir lumpur dan reruntuhan untuk mencari 623 orang yang masih belum ditemukan.
Di wilayah Agam, dampak bencana terlihat paling parah: 143 korban meninggal, disusul Aceh Utara dengan 112 orang. Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan menyusul dengan puluhan korban jiwa.
Banjir bandang yang datang bersamaan dengan longsor itu merusak pemukiman di 49 kabupaten/kota dan membuat jutaan warga terdampak, sebagian besar terpaksa mengungsi tanpa kepastian kapan bisa kembali.
Lebih dari tiga juta orang kini berada dalam situasi krisis, menurut perhitungan BNPB. Aceh menjadi daerah dengan pengungsian terbesar, menampung lebih dari 1,5 juta warga.
Sumatra Utara mencatat sekitar 538 ribu pengungsi, sementara Sumatra Barat lebih dari 100 ribu orang.
Kerusakan fisik pun masif: lebih dari 3.600 rumah hancur berat, ribuan lainnya rusak sedang hingga ringan, diikuti infrastruktur penting seperti sekolah, rumah ibadah, serta jembatan yang putus diterjang arus.
Pemerintah pusat dan daerah mulai mengerahkan langkah darurat, tetapi curah hujan ekstrem yang masih mengintai membuat proses penanganan terhambat.
Di titik-titik terparah, pasokan logistik masih tersendat, sementara korban yang selamat menghabiskan malam di tenda dengan perbekalan terbatas.
Editor : Uways Alqadrie