Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kasus Love Scamming Terbaru: Wanita Surabaya Tertipu dan Dirampok Pria Kamerun hingga Rp2,1 Miliar

Uways Alqadrie • Kamis, 11 Desember 2025 | 10:56 WIB
Korban didampingi keluarga menunjukkan foto terduga pelaku serta dokumen dan percakapan yang digunakan dalam aksi love scamming. (FOTO: IST)
Korban didampingi keluarga menunjukkan foto terduga pelaku serta dokumen dan percakapan yang digunakan dalam aksi love scamming. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, SURABAYA – Kisah WS, perempuan asal Surabaya, berakhir pahit setelah hubungan yang ia kira akan berlanjut serius justru berubah menjadi penipuan berlapis. 

Perempuan itu kehilangan dana hingga Rp2,1 miliar, sebagian berasal dari hasil penjualan rumahnya, akibat skema love scamming yang dirancang seorang pria keturunan Kamerun yang tinggal di Cirebon, Jawa Barat.

Perkenalan keduanya bermula pada Januari 2025, saat WS bertemu pelaku di sebuah pusat kebugaran di Jakarta. Dari percakapan ringan, hubungan itu berlanjut intens melalui pesan di media sosial. 

Baca Juga: Sri Mulyani Mengawali Babak Baru sebagai Pengajar di Universitas Oxford

Kepada WS, pria tersebut mengaku bekerja di UNICEF dan sedang menghadapi masalah pekerjaan. 

Pengakuan itu membuat korban iba. Pelaku lalu mulai meminjam uang dengan dalih kebutuhan usaha dan kesulitan finansial.

WS yang terlanjur percaya menyanggupi permintaan demi permintaan, hingga total uang yang ia berikan mencapai Rp2,1 miliar. Pelaku bahkan sempat meminta tambahan pinjaman Rp5 miliar, namun korban mengaku tak mampu memenuhinya.

Segalanya berubah ketika keduanya melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta. Dalam perjalanan itu, beberapa orang tak dikenal muncul, menculik pelaku, menodongkan senjata api, dan membawa kabur koper berisi uang yang disiapkan korban. 

Aksi itu diduga bagian belakangan dari skenario yang sudah dirancang komplotan pelaku.

Baca Juga: Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 5 Tersangka Ditahan, Aduan Korban Tembus 171 Laporan

Setibanya di Jakarta, WS melapor ke Polres Jakarta Pusat dan baru menyadari bahwa ia menjadi sasaran penipuan berkedok asmara. Ia mencoba mencari jejak pelaku hingga ke Cirebon dan mendatangi istri serta mertua pelaku. 

Namun semua pihak terkait telah menghilang dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Jakarta Pusat.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian itu dan menelusuri kemungkinan keterlibatan lebih banyak orang dalam jaringan penipuan tersebut.

Editor : Uways Alqadrie
#love scamming #Penipuan Asmara #polres jakarta pusat #kriminal surabaya #polda metro jaya