SAMARINDA-Tim BPBD Kalimantan Timur menggelar apel siaga dan simulasi penanggulangan bencana hidrometeorologi di Polder Air Hitam, Kamis (11/12). Kegiatan ini menjadi penegasan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2026. BPBD Kaltim mengingatkan masyarakat agar lebih waspada selama periode cuaca yang tidak menentu ini.
Berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas hujan tinggi berpotensi berlanjut hingga akhir Desember bahkan memasuki awal tahun depan. Kondisi tersebut mendorong BPBD Kaltim mengeluarkan imbauan agar masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan.
“Bahkan informasi dari BMKG, sampai akhir Desember bahkan masuk 2026 masih bisa masuk cuaca ekstrem. Makanya kita imbau masyarakat dan semua stakeholder untuk lebih berhati-hati,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Yasir.
Menurut BPBD, banjir masih menjadi ancaman paling sering terjadi di Kaltim seiring meningkatnya curah hujan. Sejumlah wilayah seperti Kutai Timur dan Berau dilaporkan tengah terdampak intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat kebutuhan akan kesiapsiagaan peralatan dan personel menjadi krusial.“Wilayah Kutai Timur dan Berau sudah mulai terdampak. Ini harus jadi perhatian bersama,” terangnya.
BPBD Kaltim memastikan kesiapan sekitar 80 personel tingkat provinsi, ditambah dukungan penuh dari BPBD kabupaten dan kota. Semua daerah disebut berada dalam status siaga menghadapi potensi bencana. Selain itu, kesiapan peralatan juga dipastikan terpenuhi melalui distribusi ekskavator, speed boat, perahu, dan perlengkapan pendukung lainnya. “Intinya peralatan itu ada di depan karena yang berhadapan langsung adalah kabupaten kota,” tegasnya.
Koordinasi lintas sektor juga menjadi fokus BPBD dalam menghadapi cuaca ekstrem. Instansi strategis seperti Pertamina dan PLN disebut telah berada dalam kondisi siaga. Kebijakan ini diambil untuk memastikan pelayanan energi dan BBM tetap berjalan aman ketika terjadi bencana. “Sudah terjalin koordinasi, dan sejauh ini Pertamina juga PLN dalam kondisi siap,” singkatnya.
BPBD Kaltim juga telah mengirimkan peringatan dini kepada BPBD kabupaten dan kota untuk diteruskan kepada masyarakat. Warga diminta meningkatkan kehati-hatian, terutama yang tinggal atau bekerja di kawasan rawan banjir dan longsor. “Kondisi saat ini cukup ekstrem, jadi masyarakat harus selalu berhati-hati,” tambahnya.
Yasir menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama BPBD selama periode cuaca ekstrem ini. “Di samping kesiapan personel dan peralatan, pastinya imbauan ke masyarakat untuk utama menyelamatkan diri dulu,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki