Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan dihadiri sejumlah tokoh penting PBNU dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah.
Dalam pertemuan itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tampak duduk bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Agenda utama pertemuan diisi dengan sholawat, doa bersama, serta makan nasi talaman yang mencerminkan semangat kebersamaan antar-pengurus.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengatakan, pertemuan tersebut lebih menitikberatkan pada silaturahmi dan penguatan suasana batin. Menurutnya, para pimpinan PBNU sepakat untuk membangun kembali suasana guyub dan saling mendoakan demi kelancaran roda organisasi.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul bersama, berdoa, bersholawat, dan makan bersama. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk pembicaraan-pembicaraan selanjutnya,” ujar Gus Ipul kepada wartawan.
Ia menambahkan, pembahasan teknis terkait arah dan langkah organisasi PBNU ke depan belum menjadi fokus dalam pertemuan kali ini.
Hal-hal strategis tersebut akan dibicarakan secara khusus oleh Rais Aam bersama Ketua Umum PBNU pada waktu yang akan datang.
Terkait isu muktamar dan dinamika internal organisasi, Gus Ipul menyebut seluruhnya akan disampaikan secara resmi setelah ada kesepakatan bersama. Ia meminta seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh berbagai spekulasi yang berkembang.
“Soal muktamar dan hal-hal lain, nanti akan ada penjelasan tersendiri. Saat ini yang terpenting adalah silaturahmi dan menjaga kebersamaan,” katanya.
Selain Rais Aam, ketua umum, dan sekretaris jenderal PBNU, pertemuan tersebut juga dihadiri Katib Aam PBNU Prof Muhammad Nuh, KH Anwar Mansyur, KH Idris Hamid, serta sejumlah pengurus PBNU lainnya.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga soliditas organisasi.
Editor : Uways Alqadrie