Satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi kritis dan segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas kepolisian yang menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang di sekitar rumah kontrakan guna mengamankan area dan mencegah masuknya pihak yang tidak berkepentingan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati, mengatakan penanganan kasus ini dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Tanjung Priok. Polisi masih mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Menurut Maryati, hingga saat ini penyebab kematian para korban belum dapat dipastikan. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan awal, termasuk temuan di lokasi dan keterangan medis.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Maryati, Jumat, 2 Januari 2026.
Seorang warga setempat, Tuti, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui setelah salah satu anak korban pulang dari tempat kerja dan mendapati ibunya tergeletak tak sadarkan diri di dalam rumah. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Menurut Tuti, korban terdiri dari seorang ibu dan tiga anaknya. Dua anak—masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan—dinyatakan meninggal di lokasi.
Sementara satu anak perempuan lainnya ditemukan dalam kondisi kritis dan dilarikan ke RSUD Koja. Ayah keluarga tersebut diketahui telah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi di sekitar rumah kontrakan. Sejumlah barang di dalam rumah turut diperiksa untuk mengungkap penyebab kejadian.
Kepolisian menduga para korban mengalami keracunan. Namun, hingga Jumat siang, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil identifikasi dan pemeriksaan medis.
Editor : Uways Alqadrie