KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Pasca insiden tabrakan tongkang, kondisi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda dipastikan masih aman dilintasi kendaraan darat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim Muhammad Aji Fitra Firnanda diwawancarai Kaltim Post setelah rapat di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin, 5 Januari 2026.
“Secara visual dan geometrik belum ditemukan tanda-tanda pergeseran struktur jembatan, sehingga untuk sementara masih aman dilintasi kendaraan darat,” jelas Aji. Meski demikian, pihaknya menekankan perlunya investigasi lanjutan untuk memastikan kondisi struktur internal jembatan. Terlebih, insiden penabrakan yang terjadi pada 23 Desember 2025 menyebabkan fender jembatan mengalami kerusakan.
Baca Juga: Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Gubernur Kaltim Soroti Lemahnya Tata Kelola Sungai Mahakam
Tanpa fender, risiko kerusakan jembatan dinilai meningkat signifikan. “Dengan bobot kapal 200 sampai 400 ton dan kecepatan rendah sekitar dua knot saja, itu sudah cukup berisiko. Tanpa fender, benturan bisa meruntuhkan jembatan,” katanya.
Aji menegaskan pentingnya pengetatan proses pemanduan dan pengawalan kapal di bawah jembatan, guna mencegah potensi kecelakaan yang lebih besar di masa mendatang. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki