Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelindo dan KSOP Buka Suara soal Tabrakan Tongkang di Jembatan Mahulu

Eko Pralistio • Senin, 5 Januari 2026 | 20:05 WIB

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt Suparman, dan Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi. (EKO/KP)
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt Suparman, dan Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi. (EKO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt Suparman, menjelaskan dua insiden kecelakaan tongkang yang terjadi pada 23 Desember 2025 dan 3 Januari 2026 berlangsung di luar jadwal operasional pengolongan jembatan.

Pada insiden akhir Desember, kapal disebut mencoba bermanuver dengan ruang yang dinilai cukup. Sementara pada kejadian Januari, tongkang dilaporkan hendak bertambat, namun tali tambat putus sehingga kapal hanyut ke arah jembatan.

“Meski di luar jam operasional, kami tetap mengarahkan tiga kapal tunda sebagai bentuk komitmen kami dalam proses pemanduan dan menjaga objek vital aset daerah maupun negara,” ujar Suparman.

Baca Juga: Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Gubernur Kaltim Soroti Lemahnya Tata Kelola Sungai Mahakam

Pelindo mengklaim telah mematuhi ketentuan jarak tambat sekitar 0,6 mil atau satu kilometer dari jembatan. Namun, insiden terjadi akibat putusnya tali tambat yang membuat tongkang hanyut dan kapal penarik terbelit tali.

Senada dengan Pelindo, Kepala KSOP Kelas I Samarinda Mursidi menyebut sebagian kapal diduga bertambat di lokasi yang tidak sesuai ketentuan. “Kebanyakan memang ini kapal larut karena tambat di tempat yang tidak semestinya. Jarak aman direkomendasikan minimal 1.200 meter dari jembatan,” ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, KSOP berencana menambah dolphin pengganti serta membangun posko bersama aparat penegak hukum guna menertibkan tambatan kapal yang dinilai bermasalah. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#KSOP Samarinda #Jembatan Mahakam Ulu #Jembatan Mahulu #Pelindo Samarinda