Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kampung-Kampung Ini Hilang dari Peta Aceh Usai Banjir Bandang, Korban Sumatra Terus Bertamba

Uways Alqadrie • Rabu, 7 Januari 2026 | 07:46 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, BANDA ACEH — Terjangan banjir bandang disertai longsor yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 hingga awal Januari 2026 meninggalkan kerusakan besar.

Tidak hanya merusak infrastruktur, bencana ini juga menghapus jejak sejumlah desa dan dusun yang selama puluhan tahun menjadi tempat tinggal warga.

Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, permukiman yang hilang tersebar di tujuh kabupaten. Arus deras sungai yang meluap, ditambah longsoran material dari perbukitan, menyeret rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga akses jalan utama.

Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Aceh, Murthalamuddin, menyatakan banyak wilayah tidak lagi memungkinkan untuk dihuni. Selain karena bangunan rata dengan tanah, struktur tanah di lokasi terdampak dinilai tidak stabil dan berisiko menimbulkan bencana susulan.

“Sebagian besar kampung terdampak kini kosong. Warga mengungsi seluruhnya karena permukiman benar-benar hilang atau rusak berat,” ujarnya.

Dampak bencana ini juga melumpuhkan roda pemerintahan desa. Seluruh aparatur gampong ikut mengungsi sehingga pelayanan administrasi, pendataan penduduk, hingga pengelolaan bantuan darurat tidak dapat berjalan normal.

Di sejumlah wilayah pegunungan, keterisolasian masih menjadi persoalan serius. Akses jalan terputus, jembatan hanyut, dan warga terpaksa menggunakan tali sling atau jalur darurat untuk menyeberangi sungai demi memenuhi kebutuhan logistik.

Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan, termasuk memverifikasi jumlah desa dan dusun yang harus direlokasi secara permanen.

Langkah jangka pendek difokuskan pada pembangunan hunian sementara (huntara), sementara hunian tetap (huntap) direncanakan di lokasi yang dinilai aman secara geologis.

Selain permukiman, bencana ini juga berdampak pada sektor pertanian dan pendidikan. Ribuan hektare sawah tertutup lumpur, sekolah rusak berat, dan aktivitas belajar mengajar terhenti di sejumlah kecamatan.

Data Terbaru Korban Banjir Bandang

Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kembali bertambah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (6/1/2026), jumlah korban jiwa akibat bencana Sumatra tercatat mencapai 1.178 orang.

“Untuk rekapitulasi korban jiwa, hingga saat ini yang paling dominan berada di Provinsi Aceh sebanyak 543 jiwa. Sementara korban hilang yang masih dalam proses pencarian paling banyak berada di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam, sebanyak 74 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

BNPB mencatat, hari ini terdapat penambahan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sehingga total korban jiwa secara keseluruhan bertambah menjadi 1.178 orang. Sementara itu, jumlah korban hilang tidak mengalami penambahan.

Jumlah warga yang mengungsi saat ini mencapai 242.174 jiwa, dengan pengungsi terbanyak berada di Provinsi Aceh.

Total pengungsi di Aceh tercatat sebanyak 217.780 jiwa, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 74.735 jiwa.

Daftar Kampung dan Dusun yang Hilang Berdasarkan Kabupaten:

Kabupaten Aceh Tamiang

Kecamatan Sekerak

Desa Lubuk Sidup

Desa Sekumur

Desa Tanjung Gelumpang

Desa Sulum

Desa Baling Karang

Kabupaten Aceh Utara

Kecamatan Sawang dan Langkahan

Dusun di Desa Guci

Riseh Teungoh

Riseh Baroh

Dusun Rayeuk Pungkie

Kabupaten Nagan Raya

Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak

Desa Beutong Ateuh Banggalang

Kabupaten Aceh Tengah

Kecamatan Ketol dan Bintang

Desa Bintang Pupara

Desa Kalasegi

Kabupaten Gayo Lues

Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, Putri Betung

Sejumlah desa dan dusun dilaporkan hilang (pendataan masih berlangsung)

Kabupaten Aceh Tenggara

Kecamatan Ketambe

Satu dusun dinyatakan hilang

Kabupaten Pidie Jaya

Kecamatan Meureudu

Satu dusun di Desa Blang Awe

Editor : Uways Alqadrie
#banjir bandang aceh #banda aceh #korban banjir bandang 2025 #Banjir Bandang Aceh Tamiang #Banjir bandang Sumatera 2025 #aceh tamiang