Tidak hanya merusak infrastruktur, bencana ini juga menghapus jejak sejumlah desa dan dusun yang selama puluhan tahun menjadi tempat tinggal warga.
Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, permukiman yang hilang tersebar di tujuh kabupaten. Arus deras sungai yang meluap, ditambah longsoran material dari perbukitan, menyeret rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga akses jalan utama.
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Aceh, Murthalamuddin, menyatakan banyak wilayah tidak lagi memungkinkan untuk dihuni. Selain karena bangunan rata dengan tanah, struktur tanah di lokasi terdampak dinilai tidak stabil dan berisiko menimbulkan bencana susulan.
“Sebagian besar kampung terdampak kini kosong. Warga mengungsi seluruhnya karena permukiman benar-benar hilang atau rusak berat,” ujarnya.
Dampak bencana ini juga melumpuhkan roda pemerintahan desa. Seluruh aparatur gampong ikut mengungsi sehingga pelayanan administrasi, pendataan penduduk, hingga pengelolaan bantuan darurat tidak dapat berjalan normal.
Di sejumlah wilayah pegunungan, keterisolasian masih menjadi persoalan serius. Akses jalan terputus, jembatan hanyut, dan warga terpaksa menggunakan tali sling atau jalur darurat untuk menyeberangi sungai demi memenuhi kebutuhan logistik.
Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan, termasuk memverifikasi jumlah desa dan dusun yang harus direlokasi secara permanen.
Langkah jangka pendek difokuskan pada pembangunan hunian sementara (huntara), sementara hunian tetap (huntap) direncanakan di lokasi yang dinilai aman secara geologis.
Selain permukiman, bencana ini juga berdampak pada sektor pertanian dan pendidikan. Ribuan hektare sawah tertutup lumpur, sekolah rusak berat, dan aktivitas belajar mengajar terhenti di sejumlah kecamatan.
Data Terbaru Korban Banjir Bandang
Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kembali bertambah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (6/1/2026), jumlah korban jiwa akibat bencana Sumatra tercatat mencapai 1.178 orang.
“Untuk rekapitulasi korban jiwa, hingga saat ini yang paling dominan berada di Provinsi Aceh sebanyak 543 jiwa. Sementara korban hilang yang masih dalam proses pencarian paling banyak berada di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam, sebanyak 74 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
BNPB mencatat, hari ini terdapat penambahan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sehingga total korban jiwa secara keseluruhan bertambah menjadi 1.178 orang. Sementara itu, jumlah korban hilang tidak mengalami penambahan.
Jumlah warga yang mengungsi saat ini mencapai 242.174 jiwa, dengan pengungsi terbanyak berada di Provinsi Aceh.
Total pengungsi di Aceh tercatat sebanyak 217.780 jiwa, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 74.735 jiwa.
Daftar Kampung dan Dusun yang Hilang Berdasarkan Kabupaten:
Kabupaten Aceh Tamiang
Kecamatan Sekerak
Desa Lubuk Sidup
Desa Sekumur
Desa Tanjung Gelumpang
Desa Sulum
Desa Baling Karang
Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan Sawang dan Langkahan
Dusun di Desa Guci
Riseh Teungoh
Riseh Baroh
Dusun Rayeuk Pungkie
Kabupaten Nagan Raya
Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak
Desa Beutong Ateuh Banggalang
Kabupaten Aceh Tengah
Kecamatan Ketol dan Bintang
Desa Bintang Pupara
Desa Kalasegi
Kabupaten Gayo Lues
Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, Putri Betung
Sejumlah desa dan dusun dilaporkan hilang (pendataan masih berlangsung)
Kabupaten Aceh Tenggara
Kecamatan Ketambe
Satu dusun dinyatakan hilang
Kabupaten Pidie Jaya
Kecamatan Meureudu
Satu dusun di Desa Blang Awe
Editor : Uways Alqadrie