KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Aktivitas ekspor Kalimantan Timur pada November 2025 masih bertumpu pada sejumlah pelabuhan utama. Namun, kinerja pengapalan barang dari pelabuhan-pelabuhan tersebut tercatat mengalami pelemahan dibandingkan bulan sebelumnya.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan, penurunan ekspor terjadi merata di lima pelabuhan utama meski kontribusinya terhadap total ekspor daerah masih sangat dominan.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyampaikan, tiga pelabuhan dengan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Kaltim pada November 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Samarinda, dan Pelabuhan Tanjung Bara.
“Tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Kaltim pada November 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan (USD425,29 juta), Pelabuhan Samarinda (USD357,89 juta), dan Pelabuhan Tanjung Bara (USD225,10 juta),” ujarnya.
Meski masih menjadi tulang punggung ekspor daerah, kinerja lima pelabuhan utama tercatat menurun secara bulanan. Yusniar menjelaskan, jika dibandingkan dengan Oktober 2025, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama mengalami penurunan 11,34 persen.
“Jika dibandingkan dengan Oktober 2025, nilai ekspor dari 5 pelabuhan utama mengalami penurunan 11,34 persen, yaitu dari USD1.568,81 juta pada Oktober 2025 menjadi USD1.390,83 juta pada November 2025,” bebernya.
Dalam perspektif kumulatif, peran pelabuhan utama terhadap ekspor Kaltim masih sangat besar. “Selama periode Januari-November 2025, nilai ekspor dari Pelabuhan Balikpapan menyumbang 27,15 persen terhadap total ekspor,” kata Yusniar. Setelah itu, Pelabuhan Samarinda berkontribusi 20,52 persen, disusul Pelabuhan Bonthan Bay dengan peranan 14,44 persen.
Sementara itu, ekspor dari pelabuhan lainnya di luar lima pelabuhan utama pada November 2025 tercatat USD294,88 juta atau turun tipis 1,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski kontribusinya relatif lebih kecil, kelompok pelabuhan lainnya tetap memberikan sumbangan 14,14 persen terhadap total ekspor. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo