Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Malaysia Mengecam, RI Siap Mediator, Sikap ASEAN Terbelah Hadapi Ketegangan Iran-Israel

Ari Arief • Minggu, 1 Maret 2026 | 10:27 WIB

MENGEPUL: Asap mengepul di Teheran setelah kota utama di Iran itu dibombardir serangan koalisi Amerika Serikat dan Israel.
MENGEPUL: Asap mengepul di Teheran setelah kota utama di Iran itu dibombardir serangan koalisi Amerika Serikat dan Israel.

KALTIMPOST.ID,KUALA LUMPUR-Gelombang serangan militer yang diluncurkan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Teheran memicu reaksi keras dari negara-negara jiran.

Malaysia secara terang-terangan mengutuk agresi tersebut, sementara Indonesia memilih pendekatan diplomasi yang lebih lunak dengan menawarkan diri sebagai penengah.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menegaskan bahwa Kuala Lumpur menolak keras tindakan agresif Israel. Menurutnya, serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan Konvensi Jenewa.

"Dunia saat ini tidak memerlukan perang baru. Tindakan kekerasan ini hanya akan memperparah penderitaan warga sipil dan memicu konflik yang lebih luas di kawasan," ujar Hasan dalam keterangan resmi Wisma Putra, Sabtu (28/2).

Baca Juga: Di Tengah Isu Ali Khamenei Tewas: Gelombang Rudal Iran Hantam Israel Bertubi-tubi, Korban Jiwa Mulai Berjatuhan

Ia mendesak agar seluruh serangan segera dihentikan dan pihak-pihak yang bertikai kembali ke meja perundingan. "Apa pun dalih yang digunakan, kekerasan bukan jalan keluar," tegasnya.

Indonesia Tawarkan Mediasi ke Teheran

Berbeda dengan Malaysia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memilih diksi yang lebih hati-hati. Alih-alih menggunakan kata "mengecam", Jakarta menyatakan "sangat menyesalkan" kegagalan dialog antara AS dan Iran yang berujung pada kontak senjata.

Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri demi menjaga stabilitas keamanan global. Bahkan, Presiden RI, Prabowo Subianto, menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung memfasilitasi dialog.

Baca Juga: Israel Rilis Daftar Pejabat Iran yang Diklaim Tewas: Selain Ali Khamenei, Menhan dan Komandan IRGC Disebut Terbunuh dalam Serangan

"Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan misi mediasi demi menciptakan kondisi yang kondusif," bunyi pernyataan resmi Pemerintah RI.

Di sisi lain, Kemlu juga mengimbau WNI yang berada di wilayah terdampak untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan terus menjalin komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.

Harapan Kedubes Iran di Jakarta

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta melayangkan harapan besar agar publik dan pemerintah Indonesia bersatu mengutuk serangan rudal tersebut. Pihak Kedutaan menyebut aksi militer pada Sabtu (28/2) itu sebagai awal perang terbuka yang melanggar kedaulatan mereka.

Baca Juga: Aliansi AS-Israel Gempur 5 Kota Besar Iran, Teheran Membara

"Kami berharap pemerintah, tokoh politik, organisasi keagamaan, akademisi, hingga media di Indonesia secara tegas mengecam agresi ini," tulis pernyataan resmi Kedubes Iran.

Poin Utama Situasi Terkini

Target serangan rudal Israel dan AS menghantam infrastruktur vital dan area sipil di beberapa titik di Teheran. Iran menegaskan haknya secara internasional untuk membela diri dan mempertahankan kedaulatan wilayah. Dampak global, ketegangan ini dikhawatirkan mengganggu jalur pasokan energi dan stabilitas ekonomi dunia.(*)

Editor : Hernawati
#diplomasi #Kecam #indonesia #malaysia #mengutuk